DPRD Kutim Gelar Rapat Dengar Pendapat Dengan Perusahaan Terkait Bus Melintas Jalan Utama Sangatta

oleh -
WhatsApp Image 2021 06 04 at 00.30.35
Suasana Rapat Dengar Pendapat (RPD) Yang dihadiri Anggota DPRD Kutim, Dinas Perhubungan, dan Pimpinan PT KPC serta perusahan kontraktor di Ruang Hearing Gedung DPRD Kutim, Pada Kamis (3/6/2021). BERITA KUTIM.COM (Poto.IVN)

.COM, SANGATTA – DPRD Kutim Gelar mengelar Rapat Dengar pendapat (RPD) bersama pihak perusahaan terkait Transprtasi Angkutan Bus Karyawan perusahaan Tambang di Kutim, dipimpin Wakil Ketua II DPRD Kutim Arfan, diruang Hearing Kantor DPRD Kabupaten Kutai Timur Kawasan Bukit Pelangi. Pada Rabu ( 03/06/2021).

Dalam dengar Pendaapat Digelar ini  dihadiri oleh seluruh perwakilan pimpinan perusahaan tambang se-Kutai Timur, Juga membahas polemik lain terkait Bus angkutan Karyawan yang melintas di jalan utama Kota Sangatta, Termasuk masalah titik penjemputan yang masih belum beraturan dan juga Halte penjemputan yang belum memadai.

Angotta DPRD Kutim dari Komisi D Asmawardi Dalam rapat dengar pendapat digelar di ruang hearing DPRD Kutim hari ini, juga sebagai Ketua DPD PAN Kabupaten kutai Timur, turut angkat bicara dia menyampaikan Bus angkutan karyawan tambang ini hampir semuanya mengunakan pelat nomor polisi dari daerah pulau jawa bukan pelat KT.tuturnya.

Baca Juga :  dr Yuwana, Pelayanan Kesehatan Akan Menjadi Prioritas Utama di RSUD Kudungga

“Hal ini Juga tentunya berpengaruh pada potensi  pendapatan daerah (PAD) Kutim, karena untuk pembayaran pajak kendaran sudah tentunya bukan menjadikan pendapatan buat Kutim akan tetapi lari kepulau jawa”, ungkap Mawardi.

Dalam hal ini Mawardi Mengungkapkan,” Bus operasional perusahaan tambang ada di Kutai Timur, selain hanya menambah kemacetan arus jalan, khususnya kota Sangatta, mereka seenaknya mengoperasikan Busnya Untuk dalam kota, hal ini yang banyak dikeluhkan warga  terghadap perilaku Arogansi pengemudi Bus ankutaan karyawan tersebut.

Lanjutnya, Asmawardi mengharapkan pihak perusahaan tambang memperhatikan permasalahan Pengunaan Angkutan Opersional perusahaan tambang batubara ini, Agar bisa Mengunakan Pelat daerah ( KT ), terkait dengan Ini Saya akan perjuangkan untuk bisa membuat Peraturan Daerah (Perda) mengatur masalah Tranportasi Angkutan Karyawan tambang ini.

Baca Juga :  Cegah Meningkatnya Penyebaran Covid 19, Ketua DPRD Kutim Ajak Masyarakat Dukung PPKM Level 4 Di Kota Sangatta

Kemudian, Wakil Ketua II DPRD Kutim ‘Arfan, Menyampaikan terkait aduan masyarakat terkait Beberapa Bus perusahaan arogan dalam mengemudikan Busnya, yang seenaknya mengemudikan busnya Di dalam kota  sangatta.

Dalam hal, ini setelah dilakukan dengar Pendapat di ruang Hearing antara pihak perusahaan dan anggota DPRD kutim, mendapatkan kesepakatan akan memberikan peringatan dan masukan pada Driver driver pangemudi angkutan tambang supaya taat aturan- aturan daerah maupun aturan tambang.

“ hal ini tentunya Sudah disepakati Baik Pihak perusahaan perusahaan tambang hadir dalam rapat hari ini maupun Pihak anggota Dprd Kutim terkait permasalahan Pengoperasian Bus Angkutan Tambang tersebut”. Ungkap Arfan Dalam wawancaranya Usai Gelar Hearing di Dprd Kutim.

Baca Juga :  Turnamen Volly PBVSI Kutim Cup II Open 2021 Kembali Bergulir

Lanjutnya, permasalahan Halte Bus ada Disangatta seharusnya difungsikan dengan baik dan ini sudah disepakati dalam rapat tadi. “akan tetapi dari pihak Dishub Kutim menyampaikan bahwa Halte yang ada Disangatta ini sudah tidak setandart dengan aturan yang selayaknya.

“karena Seharusnya Hallte itu ada ruang tempat buat Bus Bisa Parkir dan ternyata Halte tersebut sudah digunakan Buat Terotoar jalan” Ungkap Arfan pada awak media.

Kemudian, Arfan Juga Ucapkan Terima kasih kapada pihak manajemen perusahaan yang turut hadir dalam undang Hearing Ini, Ini membuktikan bahwa pihak perusahaan tambang yang ada dikutai Timur Ini sangat peduli pada Kota Sangatta. Tutupnya. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.