Dampak Pandemi Angka Kemiskinan di Kabupaten Kutim Naik 0,07 Persen Pada 2020

oleh -
WhatsApp Image 2021 11 16 at 11.51.48
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. BERITA KUTIM.COM

BERITA KUTIM.COM. SANGATTA – Dampak pandemi covid-19 tentu tidak hanya berbicara kesehatan dimasyarakat namun juga soal pemulihan ekonomi di daerah termasuk di Kabupaten Kutai Timur.

Telah banyak kebijakan penanggulangan pandemi covid-19 terkait dengan aktivitas perekonomian masyarakat Kabupaten Kutim.

Pada awal tahun 2020 pertumbuhan perekonomian mengalami penurunan dibandingkan pada tahun sebelumnya, dan berimbas pada jumlah kemiskinan mengalami peningkatan sebesar 0,07 persen atau sebanyak 166 orang.

Terkait hal tersebut Bupati Kutim, mengatakan banyak faktor terkait dengan kemiskinan sendiri. Pertama di Kabupaten Kutim adalah daerah dengan tujuan investasi.

Baca Juga :  Anggota DPRD Kutim Syaid Anjas Sangat Apresiasi kegiatan Bazar Sangatta Fair di Pasar Induk

” Kutim ini adalah daerah investasi, sudah barang tentu mengundang banyak orang datang, entah itu investor. Dan tidak bisa hindari adalah mereka ingin mencari kerja,” ujar Ardiansyah Sulaiman, Senin¬† (15/11/2021).

Nah ini adalah salah satu faktor yang sangat dominan, sehingga di kabupaten Kutim jika dilihat masyarakat pendatang yang paling mendominasi. Pendatang yang memasuki Kabupaten Kutim tentu tidak serta merta memiliki rumah dan pekerjaan.

” Apabila yang datang itu dengan satu keluarga otomatis anak yang tidak sekolah ini juga berpengaruh,” bebernya.

Faktor kedua, disisi lain bicara kependudukan, mereka juga masih belum langsung tercatat sebagai penduduk kabupaten Kutai Timur. Tetapi mereka tetap mempengaruhi kondisi masyarakat di Kutim sendiri.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kutim Hadiri LKPD di Samarinda

” Tapi saya rasa semua daerah sama seperti ini, tidak bisa mengatakan ini salah. Tetapi inilah konsekuensi logis bagi daerah terbuka seperti Kutai Timur,” jelasnya.

Yang tidak kalah pentingnya Pemerintah atau tim penanggulangan kemiskinan memang pada saat melakukan program kegiatan dilapangan, ini ternyata masih belum sinkron, sehingga apa yang dilaporkan oleh tim kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) masih belum memiliki kesatuan.

” Sehingga saya merasa berkewajiban, karena saya juga baru dilantik tahun ini pada Februari, otomatis program saya secara maksimal nanti saya berjalan ditahun depan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Minta Tiru Kecamatan Kaubun, Bupati Minta Dinkop Tak Hanya Fikirkan Anggaran

Ardiansyah juga membeberkan bahwa dirinya telah menyediakan bahwa program apapun yang disiapkan oleh OPD apabila terkait dengan penanggulangan kemiskinan maka hal tersebut harus terkoneksi oleh tim penanggulangan kemiskinan daerah.

Diluar dari itu, Ardiansyah mengakui jika luasnya Kabupaten otomatis infrastruktur yang dipersiapkan juga masih belum mampu untuk memberikan yang tebaik bagi masyarakat.

” Sehingga ini juga masih menjadi faktor yang paling utama,” pungkasnya.(adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.