JMSI Kutai Timur Koordinasi dengan Polsek Sangatta Utara Terkait Antisipasi Penyebaran Berita Hoaks

oleh -20 views

Beritakutim.com, SANGATTA – Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melakukan koordinasi dengan Polsek Sangatta Utara terkait maraknya penyebaran berita bohong atau hoaks di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan literasi digital serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif.

Koordinasi yang berlangsung di Mapolsek Sangatta Utara itu dihadiri oleh Ketua JMSI Kutai Timur, Fantriansyah, dan diterima langsung oleh Kapolsek Sangatta Utara, IPTU Bambang.
Pertemuan tersebut membahas berbagai isu yang berkembang di ruang digital, khususnya penyebaran informasi yang belum terverifikasi dan berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat.

Ketua JMSI Kutai Timur, Fantriansyah, menyampaikan bahwa peran media massa sangat penting dalam memberikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Di era perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat, masyarakat dihadapkan pada arus informasi yang sangat cepat, sehingga diperlukan kehati-hatian dalam menerima maupun menyebarkan informasi.

Baca Juga :  Hasil Seleksi Tahun 2021, Pemkab Kutim Serahkan SK 127 CPNS dan 42 PPPK

Menurutnya, berita hoaks tidak hanya merugikan individu atau kelompok tertentu, tetapi juga dapat mengganggu stabilitas sosial dan menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Oleh karena itu, JMSI Kutai Timur terus mendorong insan pers dan masyarakat untuk mengedepankan prinsip verifikasi sebelum mempercayai atau menyebarkan suatu informasi.

“Media memiliki tanggung jawab besar dalam menghadirkan informasi yang benar dan mendidik masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat memperoleh informasi yang valid sehingga tidak mudah terpengaruh oleh berita yang belum jelas kebenarannya,” ujar Fantriansyah dalam kesempatan tersebut.

Sementara itu, Kapolres Kutim AKBP Aryansyah melalui Kapolsek Sangatta Utara IPTU Bambang menyambut baik langkah koordinasi yang dilakukan JMSI Kutai Timur. Menurutnya, sinergi antara aparat kepolisian dan insan pers sangat penting dalam menghadapi tantangan penyebaran informasi palsu yang semakin kompleks.

Baca Juga :  Disebut Sebagai Penyebab Tingginya SILPA, Eks Pimpinan DPRD Kutim Berikan Klarifikasi

IPTU Bambang menjelaskan bahwa hoaks sering kali muncul melalui berbagai platform media sosial dan aplikasi pesan instan. Informasi yang tidak benar tersebut dapat dengan cepat menyebar dan memicu berbagai reaksi di masyarakat apabila tidak segera diluruskan.

“Kami mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Jangan mudah percaya terhadap informasi yang sumbernya tidak jelas. Lakukan pengecekan terlebih dahulu dan pastikan informasi berasal dari sumber yang dapat dipercaya,” kata IPTU Bambang.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak juga membahas pentingnya edukasi kepada masyarakat mengenai literasi digital. Upaya tersebut dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk membangun kesadaran masyarakat dalam memilah informasi yang diterima setiap hari.

Selain itu, JMSI Kutai Timur dan Polsek Sangatta Utara sepakat untuk terus memperkuat komunikasi dan koordinasi dalam memberikan informasi yang akurat kepada publik. Kerja sama tersebut diharapkan mampu meminimalkan dampak negatif dari penyebaran berita hoaks serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap informasi yang berasal dari media yang profesional dan kredibel.

Baca Juga :  Merasa Terbantu, Warga Minta GOW Kutim Terus Gelar Pasar Murah

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, tantangan dalam menghadapi hoaks memang tidak dapat dianggap remeh.
Karena itu, diperlukan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, media massa, hingga masyarakat umum. Dengan kerja sama yang baik, penyebaran informasi palsu dapat ditekan sehingga ruang digital menjadi lebih sehat dan produktif.

Melalui koordinasi ini, JMSI Kutai Timur dan Polsek Sangatta Utara berharap masyarakat dapat semakin cerdas dalam menyaring informasi, tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya, serta selalu mengedepankan fakta dan data sebelum membagikan informasi kepada orang lain.