TVGN Dorong Perlindungan Lebih Ketat untuk Lukisan Cadas Gua Mengkuris

oleh -38 views
Momen TVGN melihat salah satu lukisan di Gua Mengkuris. Foto (BK 'M9')

Beritakutim.com, KARANGAN – Tim Verifikasi Geopark Nasional (TVGN) menekankan pentingnya perlindungan terhadap Gua Mengkuris. Kawasan yang menjadi bagian dari Geopark Sangkulirang–Mangkalihat itu dinilai memiliki nilai geologi, ekologi, dan budaya yang sangat tinggi sehingga harus dijaga secara berkelanjutan.

Ketua Tim TVGN, Prof. Mega Fatimah Rosana, mengatakan lukisan cadas berupa cap telapak tangan yang terdapat di dalam Gua Mengkuris merupakan warisan prasejarah yang memiliki arti penting, baik sebagai peninggalan budaya maupun sumber penelitian ilmiah. Karena itu, keberadaannya harus mendapat perlindungan maksimal agar tetap lestari.

“Lukisan telapak tangan ini memiliki nilai sejarah yang sangat penting sehingga harus dijaga agar tidak mengalami kerusakan,” ujarnya.

Baca Juga :  Ternyata Shin Tae-yong Dan Firza Andika Punya Kesamaan Ini
Lukisan Prasejarah Lukisan Tangan di salah satu sudut Goa Mengkuris. Foto (BK ‘M9’)

Menurut Prof. Mega, salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah membatasi akses kunjungan ke area yang menyimpan lukisan prasejarah. Ia mengusulkan agar lokasi tersebut hanya dapat dimasuki oleh peneliti atau pihak tertentu dengan pengawasan yang ketat.

Selain pembatasan kunjungan, ia juga menyarankan pemasangan pagar pelindung di sekitar lukisan cadas untuk menghindari kerusakan akibat sentuhan langsung maupun gangguan lain yang berpotensi mengurangi keaslian situs.

“Karena memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi, kawasan ini sebaiknya hanya dikunjungi untuk kepentingan tertentu dengan pengawasan. Pagar pembatas juga diperlukan agar lukisan tetap terlindungi,” jelasnya.

Baca Juga :  Jelang Lebaran, 14 Kapal Ferry Disiapkan di Pelabuhan Sangkulirang

Di sisi lain, Prof. Mega mengaku terkesan dengan kondisi Gua Mengkuris yang hingga kini masih terawat dengan baik. Menurutnya, keberhasilan menjaga kelestarian kawasan tidak terlepas dari kepedulian masyarakat sekitar yang terus berperan aktif melindungi warisan sejarah tersebut.

Ia bahkan menyebut kunjungannya ke Gua Mengkuris sebagai pengalaman yang berkesan. Sebelumnya, dirinya pernah melihat lukisan cap tangan di kawasan Maros dan sejumlah negara lain, namun situs di Kutai Timur memiliki karakteristik tersendiri yang membuatnya sangat mengagumi kawasan tersebut.

Baca Juga :  Bupati Kutim Tahan Kebijakan WFH, Khawatir Disalahgunakan Jelang Akhir Pekan

“Ini pertama kalinya saya melihat lukisan cap tangan di Gua Mengkuris. Sebelumnya saya pernah melihat di Maros dan beberapa negara lain. Kawasan ini benar-benar luar biasa,” katanya.

Prof. Mega berharap seluruh potensi geologi dan arkeologi yang dimiliki Gua Mengkuris dapat terus dijaga keasliannya. Menurutnya, kelestarian situs tersebut tidak hanya penting sebagai warisan dunia bagi generasi mendatang, tetapi juga menjadi salah satu kekuatan utama dalam mendukung Geopark Sangkulirang–Mangkalihat meraih pengakuan sebagai Geopark Nasional. (BK ‘M9’)