Pemerintah Minta Kecamatan dan Desa Kawal TPPS, Percepat Penurunan Stunting

oleh -777 views
oleh
Pemerintah Minta Kecamatan dan Desa Kawal TPPS, Percepat Penurunan Stunting

SANGATTA – Percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Pemerintah Kabupaten Kutim telah membentuk Tim Percepatan Penanganan Stunting (TPPS) kabupaten hingga tingkat kecamatan.

Asisten Pemerintahan Umum dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Poniso Suryo Renggono meminta pemerintah kecamatan dan pemerintah desa, untuk turut kawal penurunan angka stunting di Kabupaten Kutim.

Berdasarkan data, angka stunting di Kutim masih 27 persen. Target penurunan hingga 14 persen pada akhir 2024 mendatang.

“Kita punya namanya Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) yang sudah tersebar di 18 kecamatan, saya kira para camat dan kepala desa bisa di pantau,” ujar Poniso ditemui usai membuka kegiatan Penguatan Kelembagaan TPPS Kecamatan dalam rangka penurunan stunting, yang digelar di Ruang Tempudau, Kantor Bupati.

Baca Juga :  Jalin Silahturahmi, Disdik Kutim Gelar Halal Bihalal dan Syukuran Hardiknas 2022

Menurut Poniso, beberapa hal mendasar penyebab terjadinya stunting pada anak adalah berkaitan dengan gizi buruk dan kurangnya pemeriksaan rutin saat hamil maupun saat bayi ke Posyandu. Sehingga perkembangan dan pertumbuhan anak di terpantau dengan baik. Padahal pencegahan stunting di mulai saat 1000 hari kehidupan atau sejak umur tujuh bulan kandungan.

Baca Juga :  Raih 2 Emas, Octarizal Fikri Perenang Kutim Pecahkan Rekor Nasional Atas Dirinya

Selain itu, saat rapat koordinasi para camat dan kepala desa juga harus menyampaikan bagaimana perkembangan kegiatan posyandu di daerahnya, lanjut Poniso.

Mantan Camat Rantau Pulung ini berharap, para camat dan kepala desa untuk memberikan laporan, keluhan maupun kebutuhan baik dari tim yang bertugas atau petugas posyandu.

“Camat bisa melaporkan misal, disini butuh support anggaran untuk ibu hamil, atau banyak yang malas ke posyandu, nanti kita koordinasikan mungkin pak bupati akan mengeluarkan surat dan sebagainya,” imbuhnya.

Baca Juga :  110 Peserta Mengikuti Bimtek Kursus Membatik Pastry and Bakery serta Pelatihan Penyusunan PKW

Meski tak bisa menjamin langkah yang dilakukan efektif, namun Poniso menegaskan akan selalu melakukan evaluasi guna memaksimalkan penurunan angka stunting.

Sebagai informasi acara tersebut juga dirangkai dengan pemberian apresiasi dampingan terbaik kepada lima kecamatan yakni, Kecamatan Telen, Kecamatan Busang, Kecamatan Batu Ampar, Kecamatan Rantau Pulung dan Kecamatan Sandaran. Serta pembagian SK TPPS kepada 18 kecamatan yang ada di Kutim. (Bk*3)