Kobexindo Terlalu Banyak Buat Masalah DPRD Kutim Bentuk Panja Dan Akan Lakukan Sidak

oleh -
WhatsApp Image 2021 06 09 at 22.56.20
Suasana Rapat Dengar Pendapat RDP di DPRD Kutim, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dan Provinsi, Yand tidak dihadiri Pihak perusahaan PT Kobexindo,Rabu (9/6/2021).BERITA KUTIM.COM (Poto.IVN)

.COM. SANGATTA – DPRD Gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinaker Kabupaten Kutai Timur Serta Provinsi terkait permasalahan penerimaan tenaga kerja yang ramai Dimedia Sosial mengharuskan bagi tenaga kerja yang melamar pekerjaan Di PT Cobexindo harus bisa berbahasa Asing ( Mandarin), tetapi rapat dengar pendapat malah tidak ada satupun dari perusahaan PT Cobexindo yang hadir untuk memberikan klarifikasi. Pada Rabu (09/06/2021). Diruang Hearing DPRD Kawasan Bukit pelangi Kabupaten Kutai Timur.

Baca Juga :  Tokoh Pemuda Bengalon Angkat Bicara Terkait Banyak Plat Luar Di Daerahnya

Rapat dengar pendapat ini Dipimpin Wakil Ketua II DPRD Arfan,” menyampaikan Ketidakhadiran Pt Kobexindio cement dengan alasan masih pandemi Covid-19”.

Dalam hal ini “ Kobexindo meminta dijadwalkan ulang untuk pertemuan ini ,pada Minggu depan dan mereka bilang mendatangkan yang dapat memberikan kebijakan serta keputusan” ujar Arfan.

“Seharusnya hari Ini kita Melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan perusahaan PT Kobexindo Cement untuk mendengar penjelasan mereka terkait persyaratan rekrutmen yang diharuskan atau diwajibkan harus bisa menguasai bahasa asing (Mandarin), tetapi mereka tidak hadir” ungkap Arfan.

Baca Juga :  30.628 SL PDAM Kutim Dapat Subsidi 200 Ribu
WhatsApp Image 2021 06 09 at 22.55.19
kabid Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Manumpak Tampubolon Saat menyampaikan keteranganya pada rapat dengar pendapat RDP diruang Hearing di DPRD kutim

Lanjutnya, pihak Dinas ketenagakerjaan yang hadir dalam RPD Manumpak Tampubolon mengungkapkan, permasalahan pelamar kerja yang diwajibkan berbahasa asing hanya buat penerjemah saja, “ Begitu surat itu masuk pada ruang kerja saya, saya langsung blok, karena itu bukan wawenang saya, dan saya sepakat untuk syarat demikian tidak boleh, tetapi alasan mereka itu hanya untuk pelamar kerja sebagai penerjemah” ujar Manumpak Tampubolon.

Baca Juga :  Cegah Meningkatnya Penyebaran Covid 19, Ketua DPRD Kutim Ajak Masyarakat Dukung PPKM Level 4 Di Kota Sangatta

Kemudian Rapat Dengar pendapat (Hearing) di Dprd Kutim, berdasarkan pejelasan terkait permasalahan PT kobexindo Cement ini disepakati selanjutnya melakukan pertemuan dengan Pemerintah, Serta menentukan akan dibentuknya Panitia Kerja (Panja) serta dilakukanya Sidak ke perusahaan PT Kobexindo Cement yang ada Di kecamatan Kaliorang Kabupaten Kutai Timur.(adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.