Fraksi PDI Perjuangan Meminta Pemerintah Untuk APBD 2022 tidak jauh dari realisasi APBD 2020.

oleh -
Fraksi PDI Perjuangan Meminta Pemerintah Untuk APBD 2022 tidak jauh dari realisasi APBD 2020.
Faizal Rachman Anggota DPRD Kutim dari Fraksi PDIP, Saat menyampaikan Pandangan Umumnya Pada Paripurna Ke 28 digelar di Ruang Sidang Utama DPRD Kutim, Kawasan Pemerintahan Bukit Pelangi, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (18/08/2021). BERITA KUTIM.COM. Poto ADV.

.COM, SANGATTA – Pada Rapat paripurna Ke 28 DPRD Dari Fraksi PDIP Soroti anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kutim. Dalam Hal ini Faizal Rachman memaparkan pandangan umum fraksi mengenai kebijakan umum anggaran (KUA) dan prioritas plafon anggaran sementara (PPAS) APBD 2022, Rabu (18/8/2021).

Dalam rangka mengupayakan keseimbangan antara kemampuan pendapatan, kebutuhan belanja dan pembiayaan maka perlu disusun kerangka dan arah kebijakan umum, plafon dan prioritas plafon anggaran sementara. Penyusunan kebijakan umum anggaran tersebut dilakukan berdasarkan asumsi perkembangan ekonomi, kebijakan pendapatan daerah dan kebijakan pembiayaan daerah dikondisikan dengan kemampuan keuangan daerah, kondisi ekonomi di masa pandemi serta laju inflasi dalam daerah. Kata Faizal.

Baca Juga :  Pengrajin Batik dan UMKM Kutim Diharapkan Melek Digitalisasi

“Hal tersebut dimaksudkan agar program dan kegiatan prioritas bersifat mendesak untuk diselesaikan pada tahun berkenan guna memenuhi keinginan dan harapan dari semua terlebih untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Kutai Timur,” ungkapnya.

Baca Juga :  Wabup, STAI Sangatta Bisa Tingkatkan Lagi Eksistensinya Dalam Mencetak Insan Intelektual

Selanjutnya terkait dengan rancangan KUA dan PPAS 2022, Pemkab memproyeksikan pendapatan daerah tahun anggaran 2022 sebesar Rp 2,86 triliun. Adapun tahun sebelumnya, realisasi APBD Kutim 2019 sebesar Rp 3,9 triliun, kemudian realisasi pendapatan tahun anggaran 2020 sebesar Rp 3,3 triliun.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kutim Terima Kunjungan Ketua PN Sangatta

Untuk Itu, Faizal menegaskan, Fraksi PDI Perjuangan berharap kepada pemerintah daerah untuk optimis memproyeksikan APBD 2022 jauh dari realisasi APBD 2020.

“Sikap optimis ini menjadi penting agar seluruh komponen pemerintah daerah dapat menggali potensi pendapatan dan digunakan untuk menjalankan program-program kemasyarakatan,” Harapnya.(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.