Yan, Alasan Mengapa Banyak Sekolah di Kutim Belum Terakreditasi Secara Merata

oleh -424 views
yan akkreditasi

Sangatta – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Timur (Kutim), Yan menyampaikan, salah satu permasalahan yang hingga saat ini masih banyak di temukan di Kutim adalah terkait infrastruktur pendidikan yang belum merata di seluruh satuan pendidikan yang ada di 18 Kecamatan.

“Ini juga menjadi salah satu sebab, kenapa masih banyak sekolah kita yang belum mendapatkan akreditasi (pengakuan) secara merata,” ujar Yan.

Baca Juga :  Disdik Kutim Gelar Kawah Kepemimpinan Pelajar SMP

Yan menerangkan, permasalahan tidak hanya cukup sampai di situ saja, sumber daya manusia (SDM) tenaga pendidik juga menjadi kendala di Kabupaten Kutai Timur hingga saat ini masih ada sekolah yang belum terakreditasi.

“Dulu banyak guru bantu yang pendidikanya masih belum linear, namun pemerintah daerah juga tidak tinggal diam, salah satu upayanya dengan memberikan beasiswa untuk para guru, baik di UNMUL maupun di UT (Universitas Terbuka) dan saya lihat itu sudah berjalan dengan baik, dan bisa di anggap (persoalan SDM) sudah aman, ” paparnya

Baca Juga :  Rangkaian HUT Ke 22 tahun Kutim, Bupati Sematkan Penghargaan Satyalancana Karya Satya Bagi ASN di Lingkup Pemkab Kutim

Selanjutnya, dirinya juga menjelaskan terkait akreditasi, banyak faktor yang menjadi dasar untuk penilaian sekolah tersebut, untuk mendapatkan akreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN), diantaranya daya dukung infrastruktur yang memadai yang di miliki oleh masing-masing sekolah.

Untuk di perlukan adanya langkah kongkret yang perlu diambil oleh pemerintah agar permasalahan tersebut bisa segera teratasi, sehinga target terkait akreditasi bagi seluruh satuan pendidikan bisa segera tercapai.

Baca Juga :  Ini Alasan Shin Tae-yong Memainkan Muhammad Ridwan Saat Indonesia Melumat Filipina

“Bagaimana kondisi ruang kelas, jumlah kamar mandi apakah sesuai dengan jumlah siswa, termasuk tata lekatnya semua ada standarnya, kantin sehat, ruang UKS dan perpustakaan, termasuk dokumentasi kegiatan yang di lakukan sekolah, karena itu mempengaruhi penilaian dari mereka (BAN), ” pungkasnya.