Yan, Ajak Pemerintah Duduk Bersama Carikan Solusi Lahan Petani Masuk Kawasan KBK

oleh -158 views
Yan, Ajak Pemerintah Duduk Bersama Carikan Solusi Lahan Petani Masuk Kawasan KBK
Anggota DPRD Kutim, Yan

Sangatta – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim Yan, menyebut, dirinya mendapatkan laporan masyarakat terkait permasalahan yang saat ini melanda para petani terutama di kawasan pedalaman tepatnya di Kecamatan Telen, Kabupaten Kutai Timur (Kutim)

Permasalahan yang di maksud yakni terkait lahan yang selama ini mereka gunakan untuk bercocok tanam terbentur atau masuk  dalam kawasan budidaya non hutan (KBK).

“Lahan yang selama ini menjadi mata pencaharian tiba-tiba di ketahui masuk dalam kawasan KBK, masyarakat disana bingung,” ujarnya Pada Kamis (10/11/2022).

Baca Juga :  TP PKK Kutim Tampilkan Produk-produk Unggulan di Pameran UP2K Balikpapan

Politisi dari Partai Gerinda ini membeberkan, sejak dulu masyarakat disana secara turun temurun memiliki tradisi memanfaatkan lahan tersebut untuk bercocok tanam, namun setelah panen tiba, para petani ini berpindah dan akan kembali lagi ke lokasi semula.

Sesuai siklus yang sudah di tentukan, dengan tujuan untuk mengembalikan kesuburan tanah, atau masyarakat lokal menyebut, ladang berpindah. Selain itu, saat ini sebagian warga juga menggunakan lahan tersebut untuk menanam sawit.

“Ini menjadi persoalan yang mendasar di Kutim, dan saya kira pemerintah harus ikut andil untuk segera menyelesaikan permasalahan tersebut, karena akan menghambat perekonomian serta akan mendorong mereka (petani) keranah hukum,” ucapnya.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kutim: KPK Berikan Arahan Terkait Pengelolaan APBD dan Pencegahan Penyalahgunaan Dana

Selain itu, dirinya juga di kejutkan dengan adanya laporan yang ia terima, bahwa sudah ada beberapa warga yang di panggil oleh penegak hukum untuk di mintai keterangan terkait lahan yang mereka gunakan yang selama ini mereka tidak mengetahui jika lokasi tersebut merupakan kawasan KBK.

“Kemudian ada juga yang masuk dalam kawasan cadangan tanaman pangan dan kawasan budidaya, dan permasalahan ini masyarakat tidak tau, karena tidak pernah ada sosialisasi, tanda patok juga tidak ada, mereka nandainya hanya lewat satelit, ini kan jadi aneh,” ungkapnya.

Baca Juga :  Yan, Ajang Seleksi Atlet Lokal di Bupati Cup

Untuk itu, agar tidak jadi permasalahan yang berkepanjangan, pihaknya meminta agar pemerintah melalui dinas terkait dengan seluruh stekholder termasuk masyarakat duduk bersama membahas guna mencari solusi, sehingga persoalan ini segera selesai.

“Saya lihat permasalahan itu sampai saat ini belum tersentuh dan perlu kita upayakan kedepan untuk segera diselesaikan, kan kasihan mereka sudah terlanjur tanam sawit,” pungkasnya. (Bk*1)