Sektor Pertanian Digenjot Pemkab Kutim, Kecamatan Kaubun Jadi Lumbung Padi

oleh -
WhatsApp Image 2021 11 20 at 22.51.21
Pemkab Kutim memiliki keinginan untuk menggenjot produksi hasil pertanian, khususnya padi sawah.BERITAKUTIM.COM.

BERITA KUTIM.COM. SANGATTA – Pemkab Kutai Timur (Kutim) berupaya untuk meningkatkan sektor pertanian. Terutama untuk hasil padi sawah coba digenjot produksinya.

Keseriusan ini ditunjukkan langsung Bupati Kutim bersama Wakil Bupati Kutim, melakukan tanam perdana padi sawah di Desa Bumi Rapak, Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutim. Senin (15/11/2021).

Bupati Kutim, mengatakan, Pemkab Kutim akan terus meningkatkan perekonomian di Kutim berbasis pertanian. Karena ia percaya jika pertanian dapat menunjang peningkatan ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  Kutim Gelar Ceremony On The Road Untuk Peringati Detik Detik Proklamasi Ke - 76

“Tentunya berbasis pada pertanian hinga pada hilirisasi pada turunan produk pertanian tersebut. Pemerintah telah menyiapkan dan berusaha untuk menciptakannya, pengembangan sektor prioritas daerah akan menjadi perhatian serius bersama, sehingga mendapat hasil diharapkan,” ujar Ardiansyah.

Diungkapkannya lagi bahwa sejak Kutim berdiri, pemerintah dan DPRD terus memberikan perhatian kepada para petani. Menyiapkan infrastruktur, seperti mencetak sawah, membuka lahan, mendistribusikan bibit dan apa saja dibutuhkan petani di Kutim.

Baca Juga :  Bupati Kutim lakukan Kunjungan Ke RSUD Kudungga

sekarang menjadi persoalan adalah sampai kapan para petani bisa mandiri, ingin para petani terus ketergantungan¬† meskipun pemerintah punya kewajiban. Kita ingin agregat yang dilakukan para petani mampu mempengaruhi peningkatan kehidupan ekonomi kerakyatan,” paparnya.

Ardiansyah sangat menginginkan adanya kemandiraian untuk para petani di Kutai Timur, meskipun pemerintah dan suwasta tidak dapat lepas dari kewajibannya, seperti penyediaan infrastruktur, penyediaan bibit unggul, proses pascapanen dan pemasarannya.

Baca Juga :  DPRD Kutim Gelar Paripurna Ke 23 Tentang Penyampaian Pandangan Umum Fraksi Fraksi Dewan Tentang Pelaksanaan APBD TA 2020

dimaksud kemandirian petani yang sederhana adalah bagaimana kenginan dan kemampuan petani dalam mengolah lahannya dengan baik dan benar sesuai aturan serta mampu memanfaatkan sumberdaya yang dimiliki secara optimal dengan tujuan mencapai kesejahteraannya,” jelasnya.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut anggota DPRD Kutim Agusriansyah dan Faisal Rahman, Camat Kaubun, Riyanto, Kepala Dinas Pertanian Kutim Dyah Ratnaningrum, perwakilan OPD, kelompok tani,tokoh masyarakat dan stakeholder terkait. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.