Atasi Krisis Air Bersih Warga Bengalon Perlukan Sumur Bor

oleh -161 views
Atasi Krisis Air Bersih Warga Bengalon Perlukan Sumur Bor
Anggota DPRD Kutim, Asmawardi Saat serap aspirasi di Bengalon

SANGATTA – Anggota Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Asmawardi menyambangi daerah pemilihan (dapil) II, tepatnya di Kecamatan Bengalon, Kutai Timur (Kutim), Pada Senin (07/11/2022).

Pengadaan sumur bor yang merupakan keinginan masyarakat. Namun, prosesnya pengadaan memiliki kendala sehingga ditiadakan.

“Memang anggaran perubahan (APBD Perubahan) ditiadakan. Seandainya bisa, mungkin sudah tahun ini aspirasi masyarakat sudah bisa dipenuhi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Menpora Hadiri Kongres PSSI Kaltim, Kasmidi Berharap Ketua yang Terpilih Bisa Membawa PSSI Kaltim Lebih Baik

Lanjutnya, Asmawardi menambahkan, usulan masyarakat itu mendesak. Apalagi sebagai salah satu infrastruktur dasar yang memang harus dinikmati masyarakat. Sedangkan pihak PDAM, anggarannya belum turun.

“Anggaran PDAM untuk pembelian pipa induk. Mudahan saja melalui multiyears bisa direalisasikan, agar anggaran bisa turun kepada PDAM,” Paparnya.

Karena, keberadaan sumur bor menjadi prioritas bagi masyarakat Bengalon. Bahkan hampir setiap desa mengajukan.

Baca Juga :  RDP Forum RT Sangatta Utara dengan DPRD Kutim dan Pemerintah

“Karena aliaran air bersih dari PDAM macet. Pipa induknya bocor. Masyarakat selalu bayar tapi air tidak mengalir. Bahkan saya sampai menghadirkan Dirut PDAM ke Bengalon untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat,” tegasnya.

Dalam hal ini, Dia menyayangkan dengan ditiadakannya program tersebut. Mengingat, manfaatnya sangat dirasakan masyarakat. Apalagi sebagai salah satu program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Kecuali kegiatannya tidak jelas. Sumur bor ini kan memang dibutuhkan masyarakat. Kita mau realisasikan agar masyarakat tidak mengeluh,” terangnya.

Baca Juga :  Yan, Berharap Ada Pengangkatan P3K serta Kenaikan Insentif P3K dan TK2D

Apalagi jika PDAM belum bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dalam waktu dekat. Hanya, karean tidak boleh pengadaan sumur bor, membuat pihak legislatif menjadi serba salah.

“Bukan tidak bisa menepati janji, tapi terbentur aturan. Kalau listrik Alhamdulillah sudah bukan keluhan masyarakat Bengalon,” pungkasnya. (Bk*1)