Pembelian Obat lebih dari Harga HET, Bisa Dilaporkan ke Dinkes Kutim

oleh -

KUTIM, SANGATTA– Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur (Kutim) dr Bahrani, melalui Kepala Seksi Keparmasian Dinkes Kutim, Mulyadi menegaskan, apabila masyarakat menemukan pembelian obat lebih dari Harga Eceran Tertinggi (HET), bisa dilaporan ke Dinkes.

Pernyataan itu, disampaikan Mulyadi kepada awak media disela-sela Bimbingan Teknis (Bimtek) pengelola pelayanan keparmasian kepada masyarkat, di Hotel Royal Victoria. Pada Selasa (02/11/2021).

Baca Juga :  72 Pelaku Pariwisata Ikuti Pelatihan Peningkatan SDM Kepariwisataan

Mulyadi menambahkan, untuk Harga Eceran Tertinggi (HET) sudah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 98 tahun 2015 tentang Pemberian Informasi Harga Eceran Tertinggi Obat.

“Artinya, sudah harga tertinggi sekian, boleh lebih tapi boleh kurang. Misalnya hargas satu sirup obat Rp 16.500, maka tidak boleh lebih dari itu, pedomannya adalah HET,” jelas Mulyadi.

Baca Juga :  MD KAHMI Kutim Gelar Bukber, Jalin Ukhuwah dan Silaturahmi

Lanjutnya, Mulyad mengatakan, setiap kemasan obat itu ada HET nya, jadi masyarakat bisa lebih teliti pada saat membeli obat di toko obat, “Ada aplikai dikembangkan oleh Balai POM yaitu cek klik (cek kemasan, cek lebel, cek izin edar dan kadaluarsa),” ungkapnya.

Di Kutip dari website BPOM, Cek Klik merupakan salah satu cara dapat dilakukan masyarakat agar terhindar dari obat dan makanan yang berbahaya dan/atau memenuhi syarat.

Baca Juga :  dr Yuwana Resmi Pimpin RSUD Kudungga Sangatta

“Masayarakat bisa lihat disitu. Untuk lebih mudah ada cek Balai POM, tinggal masukkan nama produk muncul. Jika terdaftar di Balai POM akan muncul, jika terdaftar berarti merupakan barang-barang teregestrasi,” tutup Mulyadi. (adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.