OPD Segera Maksimalkan Belanja APBD Kutim 2021

oleh -
Bupati Kutim Rencanakan Pembangunan Penangkaran Buaya
Suasana Vidcon Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi Tahun 2021, di ruang rapat Virtual DiskominfoPerstik. ).BERITA KUTIM.COM.

BERITA KUTIM, SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) mengatakan, serapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten tahun 2021 cukup bagus. Berdasarkan laporan dari Inspektorat Wilayah (Itwil) Kutim, sambung Ardiansyah, per 30 Oktober 2021, serapan APBD Kutim untuk pendapatan sebesar 93,5 persen. Sedangkan untuk serapan belanja hampir 58 persen.

“Artinya masih moderat untuk belanja daerah. Untuk pendapatan (APBD) kita cukup tinggi. Mudah-mudahan sampai menjelang akhir tahun ini serapan belanja kita semakin meningkat,” kata Ardiansyah, ditemui awak media usai mengikuti, video conference (Vidcon) Rakor Koordinasi Evaluasi Penyerapan Anggaran Daerah tahun 2021, dipimpin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, melalu daring (dalam jaringan) yang diikuti, Kepala Daerah se Indonesia.

Baca Juga :  Workshop dan Technical Meeting Open Tournament AFKAB 2022, Kasmidi Berikan Edukasi Kepada Semua Tim

Dalam Rakor Evaluasi Penyerapan Anggaran tahun 2021 itu, Bupati Ardiansyah Sulaiman, turut didampingi Wakil Bupati Kasmidi Bulang, Sekretaris Kabupaten Irawansyah, Kepala Itwil Hamdan, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Teddy Febrian dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Suprihanto, di ruang Media Center, Kantor Dinas Kominfo, Perstik Kutim, Senin (22/11/2021).

Baca Juga :  Fraksi PDI Perjuangan Meminta Pemerintah Untuk APBD 2022 tidak jauh dari realisasi APBD 2020.

Transfer pemerintah pusat ke daerah (Pemkab Kutim) diakui Ardiansyah cukup lancar ada hambatan. Sebab, pelaporan dan pengelolaan keuangan Pemkab ke Pemerintah Pusat, rutin dilaporkan setiap bulannya.

“Sehingga, pusat mentransfer ke daerah (Pemkab Kutim) juga cukup bagus. Dari gambaran disampaikan oleh Mendagri dan Menteri Keuangan tadi, posisi kita (Pemkab Kutim) berada di tengah,” ungkap Ardiansyah, yang memulai karirnya sebagai seorang guru ini.

Orang nomor satu di Pemkab ini optimis, belanja Pemkab Kutim dalam satu bulan ini bisa lebih meningkat serapannya. Sebab, dari laporan yang telah disampaikan itu, ada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang laporan belum disampaikan.

Baca Juga :  Dua Jembatan di Kutim Diusulkan Melalui APBN oleh Irwan

“Tapi ada juga yang belum terlaporkan, seperti Dinas Kesehatan, anggaran untuk Perlinsos (Perlindungan Sosial) belum terlaporkan. Untuk itu, saya meminta kepada BPKAD dan Bappeda untuk memaksimalkan pembelanjaan atas perintah Mendagri tadi, untuk melakukan Rakor dengan OPD-OPD terkait realisasinya pendapatan dan belanjanya,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakan Ardiansyah, DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran) Perubahan Kabupaten tahun 2021 ini, suda dibagikan kepada OPD-OPD di lingkungan Pemaerintah Kutim. Ia berharap, agar dapat segera dibelanjakan dengan maksimal. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.