Bupati Kutim Ajak Semua Suku Bisa Bersinergi Membangun Kutim Kedepan

oleh -
WhatsApp Image 2021 12 07 at 13.22.11

BERITA KUTIM, SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman mengatakan, di Kabupaten terdiri dari beragam suku dan budaya. Bisa dikatakan sebagai Indonesia mini, sebab hampir semua suku terdapat ada di Kutim. Meski beragam, ia bersyukur masyarakat yang dipimpinnya bersama Wakil Bupati bisa hidup berdampingan dengan baik (kondusif).

Pernyataan itu disampaikan orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim, pada acara pelantikan Kerukunan Organisasi Masyarakat Pangkep (KOMPAK) periode 2021-2026 di ruang Akasia, Gedung Serba Guna, (GSG), Pusat Perkantoran, Pemkab, Sabtu (13/11/2021).

Baca Juga :  Diskop Kutim Gelar Bimtek Kemitraan dan Jaringan Usaha Perkebunan

Ardiansyah Sulaiman, yang terlihat mengenakan baju batik berlengan panjang itu mengungkapkan, bahwa di warga yang asalnya dari Sulawesi (termasuk Kabupaten Pangkep), jumlah cukub besar. Persentasenya, sekitar 32 persen dari jumlah penduduk Kutim.

“Ini menunjukkan, terbuka siapa saja yang ingin mengembangkan ilmunya, di kabupaten yang punya garis pantai hampir 200 km ini,” tuturnya.

Dengan ada Organisasi Masyarakat (Kompak) di Kutim, Ardiansyah berharap bisa bersinergi dengan Pemkab dalam mewujudkan program pembangunan yang lebih baik.

Baca Juga :  Warga Desa Tepian Baru 110 Rayakan Hari Jadi

“Dan bersama-sama seluruh masyarakat Kutim, wujudkan Kutai Timur sejahtera untuk semua,” pintah mantan anggota DPRD periode 2000 – 2004 dan 2004 – 2009 ini.

Senada dengan Ardiansyah, Muhammad Yusran Lalogau Bupati Kabupaten Pangkep, yang hadir lengkap bersama isteri tercinta dan beberapa pejabat teras Pemkab Pangkep itu berharap, masyarakat Pangkep yang ada di Kutim, bisa membantu pemerintah daerah (Pemkab Kutim) dalam mewujudkan program kerja yang ada.

Baca Juga :  Bupati Kutim Lepas Adventure Trail yang Tergabung Dalam Komunitas motor trail.

“Saya berharap warga Kompak tetap memegang teguh semboyan leluhur kita, dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung dan jadilah warga yang baik,” ungkapnya.

Kemudian, Bupati memberikan wejangan, agar sifat sipakatau (saling menghormati), sipakainge (saling mengingatkan) dan sipakalebbi (saling menghargai) bisa terus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Sehingga, bisa hidup berdampingan dengan aman dan damai.(adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.