BRIDA Kutim Gelar Sosialisasi Petunjuk Teknis Jadwal Pelaksanaan dan Penilaian Sangatta

oleh -461 views
lomba

SANGATTA – Untuk memacu kreatifitas dan kemampuan berinovasi antar Perangkat Daerah (PD) maupun BUMD di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) serta mampu menghasilkan produk maupun jasa inovasi yang potensial.

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar
Sosialisasi petunjuk teknis jadwal pelaksanaan dan penilaian Sangatta berlomba inovasi daerah tahun 2023, dengan menghadirkan seluruh OPD sebagai peserta, di Gedung Serbah Guna (GSG) Bukit Pelangi Sangatta, Kamis, (25/5/2023).

Kabid BRIDA Kutim dr. Wenadianto dalam sambutannya menyampaikan bahwa, kondisi inovasi dan kreatifitas di kabupaten kutim masih belum menunjukan kemajuan yang berarti. Tugas utama badan riset dan inovasi daerah (brida) Kutim adalah menciptakan ekosistem kreatif, bagaimana masyarakat bisa menghasilkan ide atau cara-cara kreatif untuk menyelesaikan masalah diri dan lingkungan sekitarnya.

“Fokusnya adalah bagaimana membuat orang bisa kreatif dan bisa mencari solusi atas berbagai masalah yang dihadapan di depan matanya. Bukan menghasilkan periset sebanyak-banyaknya,” ujarnya.

Baca Juga :  Forkopimda Kutim Gelar Rapat Koordinasi untuk Bahas Masalah Terkini

Sambungnya, karena periset itu bisa siapa saja bahkan ibu rumah tangga atau pedagang kaki lima (PKL) atau pelaku usaha mikro pun bisa jadi periset.

“Sedangkan inovasi itu, apabila kreativitas yang dihasilkan itu bisa diterapkan baru bisa disebut inovasi,” terangnya.

Fokus kedua adalah, membawa pola pikir berbasis iptek, berbasis data untuk pengambilan keputusan dan pembuatan kebijakan yang berbasis data. Menciptakan dan mengimplementasikan science based policy dan evidence based policy dalam penyusunan kebijakan, itu yang jauh lebih penting. Sehingga kebijakan lebih mudah diterima karena punya argumentasi yang jelas. Itu harus menjadi spirit brida.

“Jadi tidak usah yang muluk-muluk atau bangga punyak banyak periset di daerah. Lebih utama adalah bagaimana bisa menghasilkan solusi kreatif untuk memecahkan persoalan yang ada. Karena itu, ada tiga kegiatan prioritas yang akan dikoordinasikan yakni, pengukuran indeks daya saing daerah (IDSD), pengembangan skema kolaborasi pendanaan riset dan inovasi antara Pemda dengan brin, dan penjelasan pemanfaatan hasil riset khusus data citra satelit untuk pemanfaatan potensi dan penyelesaian problem daerah,” jelas Kabid BRIDA Kutim tersebut.

Baca Juga :  ASDP Dishub Kutim Rutin Pengawasan pada Ponton Penyebrangan

Menurutnya, memaknai IDSD sebagai data yang bisa menjadi cermin kekurangan maupun kelebihan masing-masing daerah. “Jangan gagal fokus dengan menjadikan nilai idsd untuk juara-juaraan. Tapi jadikan itu sebagai data yang basis kebijakan daerah.

Dirinya menambahkan, berbagai pemeringkatan baik peringkat daya saing global atau nasional itu memang penting.

“Tapi bagaimana kita menjadikan data itu sebagai pijakan untuk memperbaikinya atau menjadikan daerah kita lebih baik,” tuturnya.

“Penyelenggaraan sosialisasi petunjuk teknis jadwal pelaksanaan dan penilaian sangatta brida tahun 2023 ini merupakan wadah bagi brida Kutim untuk saling berkomunikasi dan berbagi pengalaman. Pembinaan teknis dan untuk memperkuat brida dalam melaksanakan tugas dan fungsinya,” imbuhnya.

Baca Juga :  Expo Kutim 2023, Disdikbud Kutim Bawakan Tema Berbahasa Kutai

Dirinya berharap, brida dapat meningkatkan pemantauan dan pembinaan kepada SKPD, sehingga Pemda dapat meningkatkan daya saing daerahnya. “Saya juga berharap SKPD dapat memanfaatkan hasil rumusan rekomendasi kebijakan dari brida. Demikian juga untuk dunia usaha. Saya juga berharap sektor industri dapat meningkatkan strategi investasi dan pengembangan usahanya,” beber dr. Wenadianto.

“Hasil rumusan rekomendasi kebijakan dari brida diharapkan mampu mengatasi permasalahan dalam rangka memberdayakan masyarakat dan menumbuhkembangkan wirausaha baru. “Sehingga diharapkan ke depan akan tumbuh inovator yang berkualitas yang mampu mengelola potensi dan sumber daya alam yang tersedia, sehingga bermanfaat untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan akhirnya dapat mengurangi tingkat pengangguran serta mengurangi angka kemiskinan di wilayah Kutim,” pungkasnya. (Bk)