Asisten Perekobang Harap Koperasi di Kutim yang Belum Laksanakan RAT, Segera Melaksanakan

oleh -
WhatsApp Image 2021 11 21 at 23.30.26

SANGATTA, BERITA ETAM – Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Perekobang) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Suroto menyebutkan, bahwa Pemerinta Kabupaten (Pemkab) Kutim menyambut baik adanya Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kelembagaan di Sektor Rill dan Managemen Usaha Kecil Menengah (UKM), digelar oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Provinsi Kalimnatan Timur (Kaltim) yang bersinergi dengan Dinas Koperasi, UKM, Ekonomi dan Kreatif Kabupaten Kutim.

Hal itu disampaikan Suroto, saat ditemui awak media usai membuka Bimtek Penguatan Kelembagaan di Sektor Rill dan Managemen UKM, diikuti sebanyak 60 peserta, terdiri dari 30 Koperasi dan 30 UMKM di Kutim, Sabtu, (30/10/2021) di Hotel Royal Victoria.

Baca Juga :  Liga Pelajar Bupati Cup 2022 Tingkat Sekolah Dasar Resmi Bergulir

“Diharapkan koperasi-koperasi ada di Kutim, bisa melaksanakan kegiatan Koperasi dengan baik. Dengan Bimtek dan mendapatkan ilmu-ilmu dipelatihan ini, nantinya bisa diterapkan di Koperasinnya atau UMKM masing-masing,” ucap Suroto.

Berkaitan dengan masih banyaknya, Koperasi di Kutim belum melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT), Suroto berharap segera melaksanakannya. Sehingga, koperasi-koperasi yang ada di Kutim, bisa berjalan sesuai dengan peraturan Undang-Undang yang berlaku.

“Tadi sudah dikatakan oleh Kadis Koperasi, UKM, Ekonomi dan Kreatif (Kutim) apabila tidak melaksanakan RAT, maka akan ada sanksi administratif. Mulai dari pembubaran koperasi atau sanksi-sanksi lain,” tegas Suroto.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Ekonomi dan Kreatif Kutim Darsafani mengungkapkan bahwa di Kabupaten Kutim sendiri Kutim ada sekitar 1.100 koperasi terdaftar. Namun, yang aktif melakukan RAT hanya sekitar 100 koperasi dan yang aktif melaksanakan kegiatan kurang lebih 600 koperasi.

Baca Juga :  Pembelian Obat lebih dari Harga HET, Bisa Dilaporkan ke Dinkes Kutim
IMG 20211030 231437
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Ekonomi dan Kreatif Kabupaten Kutim Darsafani.

“Kedepannya, kita akan upayakan bisa mencapai 90 persen dari ada itu. Sejauh ini, sanksi yang diberikan adalah teguran dan mendorong mereka untuk melakukan RAT,” sebut Darsafani.

Ditempat sama Kabid Koperasi, Disperindagkop dan UKM Provinsi Kaltim Atikah mengatakan, kegiatan Bimtek itu merupakan upaya Pemprov Kaltim untuk meningkatan pengetahuan dan kompetensi para pelaku usaha maupun koperasi, sesuai dengan perkembangan yang ada saat ini.

Baca Juga :  29 Pelajar dan Guru di Bogor Terpapar Covid 19, PTM Dihentikan hingga 10 Hari
IMG 20211030 231052
Kepala Bidang Koperasi, Disperindagkop dan UKM Provinsi Kaltim Atikah saat ditemui awak media disela-sela kegiatan Bimtek Penguatan Kelembagaan , di Hotel Royal Victoria, Sangatta, Sabtu (30/10/2021)

“Jadi di era digital seperti ini, semuanya (Koperasi dan UKM) harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi ada. Serta bisa menyesuaikan diri dengan kondisi pandemi ‘New Era’,” jelas Atikah.

Melalui berbagai upaya dilakukan Disperindagkop dan UKM Provinsi Kaltim, diantaranya Kapasitas Building, yaitu upaya untuk meningkatkan kompetensi pelaku-pelaku usaha yang ada di Kaltim.

“Salah satunya adalah Bimtek hari ini. Karena selain Bimtek, ada pula yang Dikat (Pendidikan dan Pelatihan) dalam bentuk pelatihan, sosialisasi, pameran dan learning tour membawa pelaku-pelaku usaha (UMKM) ke Kementerian Koperasi dan UKM, kemudian ke Pusat Niaga begitu juga nanti dengan Koperasi yang maju,” ujar Atika. (etam2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.