Ardiansyah Sulaiman Berikan Nasihat untuk Calon Haji

oleh -442 views
hajiiiiiii

SANGATTA -Seiring dengan kebijakan pemerintah, baik kebijakan pemerintah Indonesia maupun kebijakan pemerintah Arab Saudi yang sudah tentu kebijakan ini membuat aturan biaya haji itu berbeda terus setiap tahunnya, bahkan untuk yang tahun ini, jama’ah berangkat haji itu biayanya kurang lebih Rp50 juta. Itu yang dinobatkan kepada jamaah. Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman.

“Tetapi sesungguhnya biaya haji sebenarnya hampir Rp100 juta. Kenapa, karena biaya selebihnya itu di tanggung oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), yang mereka mendapatkan dana yang terus dikembangkan dalam rangka membantu jamaah haji,” terang Bupati Kutim tersebut.

Baca Juga :  Pasca Lebaran Ke 2, Warga Padati Sungai Mejeng di Kongbeng Sebagai Tempat Liburan » Berita Kutim

Oleh karena itu, seiring dengan kebijakan ini berharap semua umat Islam di Indonesia terus menguatkan niatnya untuk melaksanakan ibadah haji.

“Kenapa, karena yang kita inginkan adalah pertolongan dari Allah SWT, pada saat kita ingin melaksanakan ibadah haji yang kelima ini,” ujarnya.

Atas nama pemerintah Kutim, Ardiansyah Sulaiman membelikan ucapan selamat jalan kepada para jamaah haji, dan selamat menjalankan ibadah yang sudah ditetapkan olehNya serta panggilannya, sehingga saatnya sudah mendapatkan nilai-nilai haji pada masing-masing.

Baca Juga :  Tahun 2024, Diskop UMKM Kutim Berencana Adakan Bazar Promosi di 6 Titik

“Oleh karenanya, niatkan kembali haji ini dengan keikhlasan kepada Allah SWT, agar Allah memberikan ganjaran haji yang berlipat ganda, haji yang mabrur kepada bapak ibu sekalian,” pesan Ardiansyah.

Selanjutnya, atas nama Pemerintah Daerah (Pemda) Kutim, mengharapkan do’a dari jamaah haji, mendoakan Kutim khususnya dan Indonesia pada umumnya untuk senantiasa menjadi bangsa yang jauh dari bencana bahaya, yang senantiasa diberkahi Sang Kholiq.

Baca Juga :  Diikuti Ribuan Peserta, Lomba Gerak Jalan Merdeka Belajar Berlangsung Meriah

“Karena semua sujud baik Madinah maupun Mekkah, semua sujudnya adalah daerah mustajab untuk berdoa. Apalagi yang berada di Multazam atau di Madinah yang berada di Roudho. Do’a demi do’a dari sanak famili maupun masyarakat Kutim juga kita haturkan kepada bapak ibu sekalian,” jelasnya.

Demikian juga do’a dari semuanya jamaah haj untuk Kutim pada khususnya. “Sehingga semua kita senantiasa dijaga Oleh Allah SWT,” tutupnya. (Bk)