Apel Karhutla, Poniso : Karhutla Tanggung Jawab Kita Bersama

oleh -664 views
6f3cea4e 5227 4708 838b d2326564ab83

SANGATTA – Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan penanggulangan bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) meningkatkan keteguhan desa dan mengurangi resiko bencana tahun 2023. BPBD Kutim menggelar acara apel bersama.

Asisten I Pemerintahan umum dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Kutai Timur (Kutim), Poniso Suryo Renggono memimpin langsung apel gabungan di Folder Jalan Ilham Maulana Sangatta, Rabu, (31/5/2023) pagi.

Dalam sambutannya Poniso Suryo Renggono menyampaikan, fenomena kebakaran hutan dan lahan sudah sering terjadi dari waktu ke waktu, dan dampak yang ditimbulkan sangat merugikan kehidupan masyarakat. Baik secara ekonomi, sosial dan kesehatan serta berbagai aspek kehidupan lainnya.

“Seperti kita ketahui bahwa Pulau Kalimantan khususnya Kutim sebagai bagian dari paru-paru dunia menjadi andalan dalam penyediaan udara bersih bagi umat manusia,” jelasnya.

Baca Juga :  Sekda Kutim Tutup Pelatihan Bagi Pejabat Fungsional Pengawas Koperasi

Poniso menerangkan, Karhutla sendiri merupakan kejadian berulang setiap tahun yang pada umumnya terjadi pada musim kemarau. Di dalam kawasan hutan yang menjadi kewenangan pemerintah maupun pada lahan-lahan milik masyarakat.

“Namun demikian, kebakaran hutan dan lahan adalah tanggung jawab kita bersama. Untuk itu, diperlukan sinergi dan kolaborasi kita bersama agar dalam melakukan penanggulangan Karhutla ini dapat berjalan dengan baik,” terangnya.

Dirinya menambahkan, bencana Karhutla tidak boleh dianggap remeh. oleh karena itu pemerintah dan berbagai pihak terkait termasuk masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan persiapan. Serta sinergi dalam menghadapi ancaman Karhutla.

Baca Juga :  Uang Negara 4,3 M dari Kasus Korupsi Solar Cell Kembali di Selamatkan Kejari Kutim

“Mulai dari tingkat perkotaan hingga ke pelosok desa. Karena bencana karhutla dapat terjadi kapan saja, dimana saja, di sekitar kita, hingga di tempat yang sulit dijangkau,” terangnya.

Dirinya menghimbau, para pemuda di kota maupun pemuda di desa yang berada dekat dengan potensi karhutla harus menjadi garda terdepan dalam penanggulangan Karhutla. “Pemuda harus aktif dalam kegiatan sukarelawan dan kegiatan-kegiatan sosial yang menunjang penanggulangan karhutla. Seperti kegiatan penghijauan, penyediaan air bersih dan lain-lainnya,” ujarnya.

“Kita semua harus sadar bahwa karhutla adalah musuh bersama. Kita harus berkolaborasi dalam menghadapinya. Meningkatkan kesadaran dan kesigapan dalam penanggulangan bencana karhutla akan membantu melindungi lingkungan, memperkuat ketahanan masyarakat, dan mengurangi risiko bencana,” harap Poniso.

Baca Juga :  Bangun Ekonomi Desa Melalui BUMdes

Dengan sumber daya yang ada, pada masyarakat, tambah Poniso, meminta instansi terkait dan unit-unit kerja, perlu meningkatkan kemampuan secara profesional. Terutama dalam tanggap dan sigap menghadapi Karhutla secara terpadu dan menyeluruh.

“Jangan sampai situasi sudah terbakar baru kita sibuk menanganinya. Lakukan langkah-langkah preventif agar kebakaran hutan dan lahan tidak terjadi. Karena bila sudah terjadi Karhutla, maka imbasnya cukup besar dirasakan oleh masyarakat bahkan seluruh dunia,” pungkasnya.(Bk)