Tutup Bazar di PIS, Ardiansyah : Pemerintah Menjembatani Pelaku UMKM Hadir di Masyarakat

oleh -783 views

SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) secara resmi menutup Bazar UMKM yang digelar oleh Dinas Koperasi dan UMKM Kutim di Pasar Induk Sangatta (PIS), Minggu (7/8/2022) malam. Penutupan ditandai dengan memukul rebana bersama-sama dengan para Kepala Dinas (Kadis) yang hadir dan perwakilan Perangkat Daerah.

Adapun yang hadir dikegiatan ini adalah Kadis Koperasi dan UMKM Darsafani, Kadis Pariwisata Nurullah, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Suriansyah, Kadis Perindag Zaini, Plt Kadishub Joko Suripto dan lainnya.

Baca Juga :  Jimmy Minta BPBD Tambah Armada dan Personel untuk Tanggap Bencana

Diawal sambutan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengatakan sangat setuju atas agenda Dinas Koperasi dan UMKM yang akan mengagendakan bazar di tiap Kecamatan, untuk itu dirinya meminta Disperindag, Dinas Pariwisata dan yang lainnya untuk bergabung untuk menjembatani para pelaku UMKM di Kutim.

Dirinya menyebutkan, saat ini kondisi ekonomi global dibeberapa negara mempunyai masalah ketahanan pangan, namun patut di syukuri Indonesia mampu bertahan dan eksis dalam upaya menjalankan roda ekonomi ditengah masyarakat.

“Alhamdulillah pelaku ekonomi dan masyarakat merasa terjembatani dengan adanya kegiatan ini (bazar), sehingga perputaran ekonomi tidak hanya dimiliki kelompok tertentu, tapi juga masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Polres Kutim Berikan Penghargaan Atas Percepatan Vaksin Lansia Kepada Satuan dan Beberapa Kapolsek

Menurutnya pemerintah harus mengambil peran agar para pelaku usaha ekonomi kerakyatan mendapatkan peluang untuk hadir ditengah masyarakat dengan produk-produk terbaiknya.

“Kepada para pelaku usaha agar terus berkarya dan berusaha, karena secara agregat, UMKM ini telah mempertahankan kemampuan ekonomi daerah dan Indonesia,” kata ia.

Darsafani Kadis Koperasi dan UMKM Kutim.

Sebelumnya, Kadis Koperasi dan UMKM Kutim Darsafani menyampaikan perputaran ekonomi di Bazar ini berdasarkan laporan dari panitia pelaksana selama delapan hari dari awal pembukaan tanggal 31 Juli hingga penutupan 7 Agustus 2022 tercatat nilai transaksi mencapai Rp.2,2 milyar.

Baca Juga :  Putra Lanyalla & Khofifah hingga 10 Kepala Daerah Bergabung dengan Demokrat Jatim

“Dari 60 tenant yang berjualan, rata-rata transaksi setelah dikalkulasi mencapai Rp.270 juta perhari,” ujarnya.

Darsafani mengatakan kegiatan seperti Bazar ini menjadi momentum kebangkitan bagi pelaku usaha, khususnya usaha kecil mikro di Kutim dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan. (G-S02)