Desa Swarga Bara Tanam Hampir 300 Pohon, Manfaatkan Dana Karbon untuk Penghijauan

oleh -462 views
Kepala Desa Swargabara, Wahyudin Usman di Ruang Kerja.

Beritakutim.com Sangatta – Pemerintah Desa Swarga Bara terus mendorong penghijauan lingkungan melalui program penanaman pohon di sejumlah titik wilayah desa. Hingga saat ini, hampir 300 pohon telah ditanam di beberapa lokasi, mulai dari kawasan sekitar perkuburan hingga ruas jalan poros.

Kepala Desa Swarga Bara, Wahyuddin Usman, mengatakan program penghijauan tersebut memanfaatkan anggaran dana karbon yang diterima desa.

Penanaman dilakukan di sejumlah titik yang dinilai memungkinkan, meskipun tidak seluruh ruas jalan dapat ditanami pohon karena kondisi lahan yang berbeda-beda.

Baca Juga :  155 Peserta dari Berbagai Sekolah di Kutim Ikuti Seleksi Calon Paskibraka 2024

“Jumlah pohon yang ditanam hampir sekitar 300 batang dan tersebar di beberapa titik, mulai dari arah perkuburan sampai sepanjang jalan poros. Tetapi tidak semua titik bisa ditanami,” ujarnya.

Menurut Wahyuddin, dana karbon yang diterima desa dimanfaatkan sesuai kebutuhan dan karakteristik wilayah masing-masing. Ada desa yang menggunakannya untuk pengadaan peralatan pemadam kebakaran, kendaraan pendukung hingga kegiatan perlindungan lingkungan.

Baca Juga :  Tingkatkan DPPKB Kutim Gelar Bimtek Pengelolaan Data dan Penginputan SIRUP, DPPKB Kutim Gelar Bimtek

Sementara Desa Swarga Bara memilih memanfaatkan sebagian anggaran untuk program penghijauan.

Ia mengatakan program tersebut memiliki sejumlah tujuan, mulai dari menciptakan sumber oksigen baru, mengurangi paparan debu, memberikan keteduhan bagi pengguna jalan hingga meningkatkan keindahan lingkungan.

“Fungsinya menciptakan sumber oksigen, menjadi pelindung dari debu dan memberikan keteduhan. Selain itu, tentu juga untuk estetika agar lingkungan semakin indah ketika pohon tumbuh besar,” katanya.

Baca Juga :  Turnamen Volly Camat Sangkulirang Cup II, Rahmad: Ini Merupakan Ajang Silaturahmi dan Hiburan untuk Masyarakat

Dua jenis pohon yang digunakan dalam program tersebut adalah trembesi dan glodokan.

Pohon trembesi dikenal sebagai jenis tanaman peneduh, sedangkan glodokan dipilih karena bentuknya yang tumbuh tinggi dan lurus sehingga dapat memberikan tampilan lebih tertata di sejumlah kawasan.

Pemerintah Desa Swarga Bara berharap pohon-pohon yang telah ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta lingkungan sekitar.(Adv)(Bk)