Beritakutim.com Sangatta – Kekompakan dan semangat gotong royong masyarakat menjadi kunci utama dalam menyukseskan berbagai kegiatan di Desa Swarga Bara. Hal tersebut terlihat dalam pelaksanaan sebuah kegiatan seni dan budaya yang seluruh proses pembiayaannya sebagian besar dilakukan melalui urunan dan sumbangan masyarakat.
Kepala Desa Swarga Bara, Wahyuddin Usman, mengatakan kegiatan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa anggapan sebagian pihak yang menilai masyarakat di wilayah tersebut cenderung eksklusif tidak sepenuhnya benar.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan justru lahir dari kebersamaan warga yang secara sukarela menyumbangkan tenaga, pikiran, hingga dana.
“Anggapan bahwa mereka agak eksklusif itu terbantahkan dengan kegiatan tersebut. Hebatnya, kegiatan itu hasil dari urunan masyarakat,” ujarnya.
Ia memperkirakan total biaya pelaksanaan kegiatan mencapai sekitar Rp50 juta. Namun, biaya tersebut dapat ditekan karena banyak kebutuhan dipenuhi melalui kontribusi langsung warga.
Sejumlah perlengkapan panggung, dekorasi hingga properti pertunjukan bahkan dibuat sendiri oleh masyarakat. Sementara untuk kebutuhan teknis seperti tata suara dan pencahayaan, warga yang memiliki peralatan turut memberikan dukungan dengan biaya yang lebih banyak digunakan untuk tenaga dan keahlian.
Wahyuddin menyebut kreativitas masyarakat menjadi salah satu kekuatan dalam kegiatan tersebut. Berbagai properti dibuat dari bahan sederhana dan barang yang dimodifikasi sendiri sehingga tidak perlu membeli perlengkapan jadi dengan harga mahal.
“Kreativitas masyarakat luar biasa. Banyak perlengkapan yang dibuat sendiri. Kalau semuanya membeli barang jadi, tentu biayanya akan jauh lebih besar,” katanya.
Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi pemicu bagi RT maupun dusun lain di Desa Swarga Bara untuk mengembangkan kegiatan berdasarkan potensi yang dimiliki masing-masing.
Menurut Wahyuddin, keterbatasan anggaran bukan menjadi alasan untuk tidak bergerak. Yang terpenting adalah adanya kekompakan, kemauan dan kesediaan masyarakat untuk bersama-sama membangun lingkungan.
“Bukan berarti semua harus meniru kegiatan yang sama. Setiap wilayah punya potensi masing-masing. Yang penting masyarakat kompak dan mau bergerak,” tegasnya.
Ia menambahkan, berbagai program dan bantuan pemerintah akan sulit memberikan hasil maksimal apabila tidak mendapat dukungan dan partisipasi dari masyarakat.
Karena itu, keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh semangat kebersamaan warga dalam menentukan arah pembangunan di lingkungannya. (Adv)(Bk)







