Armada Terbatas, DLH Kutim Optimalkan Kendaraan yang Ada untuk Pengangkutan Sampah

oleh -702 views
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Aji Wijaya Efendi

Beritakutim Sangatta – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Timur (Kutim),  Aji Wijaya Efendi masih mengoptimalkan armada yang tersedia untuk mendukung pelayanan pengangkutan sampah di wilayah perkotaan.

Aji Wijaya Efendi mengatakan, untuk sementara pihaknya memaksimalkan kendaraan pengangkut sampah yang telah ada. Namun, kebutuhan penambahan fasilitas dan sumber daya manusia akan terus diajukan sesuai dengan perkembangan kebutuhan pelayanan.

Baca Juga :  Persiapkan Generasi Unggul Indonesia Emas 2045, Kutim Launching Program Pangan B2SA Go To School

“Yang ada saja dulu kita optimalkan. Tetapi setiap tahun memang seharusnya ada penambahan fasilitas, termasuk sumber daya manusia, karena kebutuhan juga terus bertambah,” ujarnya.

Terkait kemungkinan penambahan kendaraan pengangkut sampah, ia menyebut hal tersebut tentu memerlukan dukungan kebijakan dan penganggaran dari pemerintah daerah bersama DPRD.

Baca Juga :  Pemkab Kutim Perkuat SPIP untuk Tingkatkan Tata Kelola Anggaran

Menurutnya, salah satu harapan DLH adalah terciptanya kondisi kota yang lebih bersih melalui peningkatan pelayanan pengangkutan sampah.

Ia juga meminta masyarakat untuk memberikan dukungan kepada para petugas kebersihan yang setiap hari bekerja melakukan pengangkutan sampah.

“Kalau ada keterlambatan pengangkutan, mungkin ada kendala. Jangan terlalu banyak dikomentari, kasihan teman-teman yang bekerja. Kita dukung mereka,” katanya.

Baca Juga :  Bupati Ardiansyah Sulaiman Lantik Lima Pejabat Tinggi Pratama di Pemkab Kutim

Ia menambahkan, petugas pengangkut sampah yang bekerja di lapangan saat ini sebagian berstatus sebagai tenaga kerja harian lepas.

Keberadaan para petugas tersebut dinilai memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan lingkungan. Karena itu, dukungan masyarakat serta peningkatan fasilitas dan sumber daya manusia menjadi bagian penting untuk meningkatkan pelayanan persampahan di Kutai Timur.(Adv/Bk4)