Damkar Kerahkan Tujuh Unit Tangani Beberapa Titik Kebakaran di Sangatta Utara

oleh -12 views

Beritakutim.com Sangatta -Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) mengerahkan tujuh unit armada untuk menangani kebakaran di wilayah Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur. Dalam penanganan tersebut, enam unit digunakan untuk pemadaman dan suplai air, sedangkan satu unit lainnya merupakan mobil pompa.

Plt Kepala Damkar kutim Sugiyo, didampingi Bambinsa Sangatta Utara Koramil 0909-01 Serda Bintang dan Ketua Gepak

Plt Kepala Damkar Sangatta, Sugiyo, mengatakan bahwa armada tersebut telah dikerahkan sejak hari sebelumnya. Namun, satu unit pompa tidak dapat beroperasi secara optimal karena air yang tersedia di lokasi diketahui memiliki kadar garam atau bersifat asin.

“Mulai dari kemarin kita menurunkan tujuh unit. Enam unit untuk fire dan suplai, sedangkan satu unit pompa. Namun, kemarin pompa tidak bisa bekerja karena ternyata airnya asin,” ujarny saat diwawancarai terkait penanganan kebakaran di Sangatta Utara, Kamis (15/10/2026).

Baca Juga :  <strong>Disdik Kutim Rencanakan Kegiatan Cerdas Cermat Sadar Hukum</strong>

Ia menjelaskan, selama proses pemadaman, enam unit armada yang tersedia harus bolak-balik lebih dari 10 kali untuk memenuhi kebutuhan air. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan petugas dalam menangani kebakaran di lapangan.

Sugiyo juga mengungkapkan bahwa pihaknya sangat mengharapkan adanya penambahan armada pemadam kebakaran guna mendukung pelaksanaan tugas, terutama dalam menangani berbagai kejadian yang membutuhkan respons cepat, termasuk kegiatan di luar tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Damkar.

Baca Juga :  KPK RI akan Sosialisasi Pencegahan Korupsi di Kutai Timur

Meski demikian, menurutnya, penambahan armada harus diimbangi dengan ketersediaan personel. Sebab, jumlah kendaraan yang banyak tidak akan efektif apabila tidak didukung jumlah anggota yang memadai.

“Kalau unitnya banyak, tetapi anggotanya kurang, juga bisa kacau. Karena itu, penambahan armada harus diikuti dengan kesiapan personel,” jelasnya.

Saat ini, jumlah personel Damkar di wilayah Sangatta diperkirakan mencapai 60 orang. Sementara itu, di kecamatan lain terdapat sekitar 11 pos pemadam kebakaran dengan total personel kurang lebih 300 orang. Personel tersebut dibagi dalam beberapa kelompok kerja atau sif untuk mendukung operasional pemadaman.

Selain persoalan armada dan personel, Sugio turut mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sengaja, terutama untuk kepentingan pembersihan lahan.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kutim Mendorong Percepatan Proyek Tahun Jamak Agar Tepat Waktu

Menurutnya, kebiasaan membakar lahan dengan alasan menghemat biaya dapat menimbulkan dampak yang jauh lebih besar, baik terhadap lingkungan maupun keselamatan masyarakat. Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran.

“Harapan kami ke depan, masyarakat jangan dengan sengaja membakar lahan. Dengan biaya seribu rupiah untuk membeli korek, pembersihan lahan memang bisa dilakukan, tetapi dampaknya bisa merugikan banyak pihak. Siapa lagi kalau bukan kita yang menjaga lingkungan kita,” tegas Sugiyo.(Bk)