Beritakutim.com Sangatta – Kepedulian terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ditunjukkan Anggota DPRD Komisi C, Joni, dengan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi yang terjadi sekaligus memberikan perhatian terhadap upaya penanganan kebakaran.
Kehadiran Joni di lapangan menjadi momentum untuk menyoroti sejumlah persoalan penting dalam penanggulangan kebakaran, mulai dari kesiapan armada pemadam, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), alat pelindung diri (APD), hingga dukungan bagi petugas dan relawan yang berhadapan langsung dengan risiko kebakaran.
Menurut Joni, penanganan karhutla membutuhkan kesiapan dan koordinasi seluruh pihak. Petugas pemadam kebakaran dan relawan harus didukung peralatan yang memadai agar dapat menjalankan tugas secara maksimal tanpa mengabaikan keselamatan diri.
Salah satu hal yang menjadi perhatiannya adalah kemudahan pengisian BBM bagi kendaraan pemadam kebakaran. Ia mendorong agar mobil pemadam mendapatkan prioritas saat mengisi BBM di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), terutama ketika terjadi keadaan darurat.
“Kalau ada mobil pemadam yang mau mengisi BBM ke SPBU, itu wajib tanpa antre. Walaupun berada di belakang, harus langsung masuk terlebih dahulu,” tegas Joni.
Selain BBM, Joni menekankan bahwa ketersediaan alat pelindung diri (APD) bagi petugas dan relawan tidak boleh diabaikan. Menurutnya, keselamatan personel merupakan hal utama karena mereka mempertaruhkan keselamatan saat melakukan pemadaman.
Ia juga mendorong agar pembinaan dan koordinasi terhadap relawan diperkuat dengan melibatkan unsur TNI-Polri serta instansi terkait. Dengan adanya arahan yang jelas dan dukungan perlengkapan yang memadai, para relawan diharapkan mampu bekerja lebih terorganisasi ketika menghadapi kebakaran.
Tak hanya itu, Joni menilai keterbatasan armada pemadam perlu dicarikan solusi bersama. Salah satu langkah yang dapat ditempuh ialah membangun kerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kutai Timur untuk mendukung penyediaan armada dan peralatan pemadam.
Ia mengusulkan agar pemerintah daerah maupun pihak kecamatan mengajukan permohonan resmi kepada perusahaan melalui surat atau proposal sehingga kerja sama peminjaman peralatan dapat dilakukan secara tertib dan memiliki pertanggungjawaban yang jelas.
Di sisi pendanaan, Joni turut mendorong pemerintah daerah mengoptimalkan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) sesuai ketentuan yang berlaku untuk mendukung kebutuhan penanganan bencana. Ia juga meminta laporan kejadian kebakaran dari seluruh kecamatan disampaikan secara terbuka dan sesuai kondisi di lapangan agar penanganan dapat dilakukan secara tepat.
Bagi Joni, penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan petugas yang berada di garis depan. Dukungan pemerintah, koordinasi lintas instansi, keterlibatan perusahaan, serta kepedulian masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada unsur TNI-Polri, petugas pemadam kebakaran, dan para relawan yang telah bekerja membantu penanganan kebakaran. Ia berharap seluruh pihak terus memperkuat sinergi demi melindungi masyarakat dan lingkungan dari ancaman karhutla.
“Keselamatan petugas harus menjadi perhatian bersama. Kita berharap seluruh pihak dapat bekerja sama agar penanganan kebakaran berjalan lebih maksimal,” menjadi pesan penting dari berbagai usulan yang disampaikan Joni terkait penguatan penanggulangan kebakaran di Kutai Timur.(Bk)






