Bupati Ardiansyah Sulaiman Lantik Lima Pejabat Tinggi Pratama di Pemkab Kutim

oleh -3 views

Beritakutim Sangatta – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman, melantik dan mengambil sumpah/janji lima Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, Jumat (28/8/2026).

Pelantikan yang berlangsung di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim tersebut menjadi bagian dari penataan organisasi sekaligus penguatan sistem manajemen talenta Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dalam sambutannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman menegaskan, pelantikan dan rotasi jabatan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Jabatan yang saudara emban adalah amanah besar. Amanah ini bukan hanya kepercayaan dari pemerintah daerah, tetapi juga dari masyarakat Kutai Timur yang menaruh harapan besar kepada kita semua,” tegasnya.

Menurut Ardiansyah, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama memiliki peran strategis dalam merumuskan kebijakan daerah, mengoordinasikan pelaksanaan program serta memastikan tercapainya visi pembangunan Kutai Timur.

Ia juga menekankan bahwa proses pengisian maupun rotasi jabatan di lingkungan Pemkab Kutim kini telah dilaksanakan melalui sistem Manajemen Talenta ASN berbasis Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMATA).

“Tidak ada lagi pengisian jabatan yang dilakukan tanpa melalui sistem. Seluruh proses didasarkan pada data yang tercatat dalam ASN Digital,” ujarnya.

Bupati meminta seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS), tanpa memandang pangkat maupun jabatan, untuk aktif melengkapi profil dan meningkatkan kompetensi melalui sistem pengembangan talenta yang tersedia.

Baca Juga :  Bupati Kutim Dukung Penuh Seminar Edukasi Remaja Inisiasi FPPKT

Ia menyebut pengembangan kompetensi dapat dilakukan melalui berbagai pelatihan, pendidikan maupun kegiatan peningkatan kapasitas yang disediakan pemerintah, termasuk peluang dari kementerian terkait.

 

“Kepada seluruh PNS, di manapun berada dan apa pun pangkat serta jabatannya, segera lengkapi data dan terus kembangkan diri. Isilah profil dan kemampuan melalui pelatihan, pendidikan maupun kegiatan pengembangan kompetensi,” katanya.

Ardiansyah juga mengingatkan para pejabat yang baru dilantik agar tidak berhenti mengembangkan kemampuan. Sebab, nilai profil talenta akan kembali diperbarui dan rotasi maupun penempatan jabatan akan terus dilakukan sesuai kebutuhan organisasi.

 

Selain itu, ia menegaskan tidak boleh ada lagi anggapan bahwa jabatan merupakan milik kelompok tertentu atau adanya perlakuan istimewa dalam birokrasi.

“Saya mohon tidak ada lagi istilah jabatan milik kelompok atau perlakuan istimewa. Kita semua adalah satu kesatuan. Saya tidak ingin ada kesan satu dinas lebih unggul dibandingkan dinas lainnya,” tegasnya.

Menurutnya, seluruh ASN merupakan abdi negara dan abdi masyarakat yang memiliki kedudukan setara dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Baca Juga :  Menteri BKKBN Resmi Luncurkan Program Tamasya di Kutim

Bupati juga meminta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kutim terus melakukan sosialisasi sistem manajemen talenta hingga ke tingkat kecamatan. Seluruh PNS, kata dia, harus mengetahui posisi dan pencapaian profil talentanya melalui aplikasi MyASN.

Berdasarkan Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 20 Tahun 2025 tentang perubahan atas Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 3 Tahun 2020 tentang Manajemen Talenta ASN, jalur promosi untuk menduduki jabatan ditetapkan dari kotak talenta 7, 8 dan 9. Sementara jalur mutasi atau rotasi dapat berasal dari kotak 2 hingga kotak 9.

Ardiansyah menegaskan penilaian dan penempatan ASN dilakukan secara objektif berdasarkan kompetensi dan pengembangan diri.

“Saya yakin setiap pegawai mampu mencapai posisi tertinggi selama ia berupaya mengembangkan dirinya. Penilaian dan penempatan dilakukan secara objektif tanpa perlakuan khusus,” ujarnya.

Dalam pelantikan tersebut, lima pejabat yang mendapat penugasan baru yakni Ade Achmad Yulkafilah, yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah dan kini dipercaya sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Kemudian Dyah Ratnaningrum, dari Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan menjadi Kepala Dinas Ketahanan Pangan.

 

Baca Juga :  Kejurda di Kukar, PRSI Kutim Optimis Raih Medali

Idham Cholid, M.Pd yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dilantik sebagai Asisten Administrasi Umum.

Selanjutnya, Failu, dari Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan, Administrasi Umum dan HAM.

Sementara Nora Ramadani, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan kini dipercaya sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian, Pembangunan dan Keuangan.

Bupati berharap para pejabat yang baru dilantik mampu menjaga integritas dan akuntabilitas, meningkatkan kompetensi dan inovasi serta memperkuat budaya kerja kolaboratif demi mewujudkan pelayanan publik yang cepat, tepat dan transparan.

Ia juga mengingatkan seluruh ASN untuk menjadikan nilai dasar ASN BERAKHLAK sebagai pedoman dalam menjalankan tugas, yakni Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif.

“Tujuan utama birokrasi adalah menghadirkan manfaat nyata bagi rakyat Kutai Timur. Mari kita bersama-sama membangun Kutai Timur dengan semangat kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas dan kerja tuntas,” pungkasnya.

Pelantikan turut dihadiri Wakil Bupati Kutim Mahyunadi, Ketua DPRD Kutim Jimmi, Wakapolres Kutim Kompol Ahmad Abdullah, Sekretaris Kabupaten Rizali Hadi, perwakilan Kejaksaan Negeri Kutim, Ketua Pengadilan Agama Sangatta serta jajaran kepala perangkat daerah.(Bk)