Desa Singa Gembara Perkuat Kesiapsiagaan Karhutla Bersama Tim Dik Reg Sesko TNI

oleh -12 views
Foto Kepala Desa Singa Gembara, Hamriani Kassa, menyampaikan apresiasi atas kedatangan Tim Dik Reg Sesko TNI untuk memberikan edukasi terkait pencegahan dan penanggulangan Karhutla.

Beritakutim.com Sangatta – Pemerintah Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur, memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui kegiatan penyuluhan bersama Tim Dik Reg Sesko TNI, Rabu (2/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Desa Singa Gembara, Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Teluk Lingga, tersebut diikuti unsur TNI-Polri, BPBD Kutai Timur, Damkar, perwakilan perusahaan, para ketua RT, tokoh masyarakat serta perwakilan warga.

Kepala Desa Singa Gembara, Hamriani Kassa, menyampaikan apresiasi atas kedatangan Tim Dik Reg Sesko TNI untuk memberikan edukasi terkait pencegahan dan penanggulangan Karhutla.

Baca Juga :  Pemkab akan Adakan Internet Gratis untuk Seluruh Sekolah di Kutim

“Alhamdulillah hari ini kita merasa terhormat karena langsung didatangi Tim Dik Reg Sesko TNI untuk melaksanakan sosialisasi Karhutla di daerah kami,” katanya.

Menurutnya, wilayah Desa Singa Gembara telah beberapa kali mengalami Karhutla. Karena itu, sosialisasi dinilai penting agar pengetahuan mengenai pencegahan dan penanganan kebakaran dapat diteruskan kepada masyarakat yang lebih luas.

“Kami berharap sosialisasi yang dilaksanakan hari ini dapat bermanfaat bagi masyarakat, sehingga nantinya bisa mencegah dan menanggulangi apabila terjadi Karhutla di daerah Desa Singa Gembara,” ujarnya.

Baca Juga :  Wabup Kasmidi: Pesta Panen Merupakan Bentuk Dukungan Terhadap Pelestarian Budaya

Sementara itu, Mabes TNI Brigjen TNI Dr. Ateng Karsoma mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan, kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi Karhutla.

Ia menekankan bahwa pencegahan harus menjadi langkah utama karena Karhutla dapat memberikan dampak terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, perekonomian hingga kehidupan sosial.

“Penanggulangannya tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah atau aparat keamanan, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat,” Unjarnya.

Baca Juga :  Bappeda Gelar Musrenbang RPJPD Kutim 2025-2045

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran.

Menurut Ateng, sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, pemerintah desa, dunia usaha dan masyarakat diperlukan untuk mencegah Karhutla agar tidak terus berulang.

Dalam kegiatan tersebut, Tim Dik Reg Sesko TNI turut menyampaikan materi mengenai pencegahan dan penanganan awal Karhutla. Kegiatan juga dirangkai dengan pembagian sembako secara simbolis serta foto bersama.(Adv)(Bk)