Rumah Sakit Salah Satu Tempat Untuk Pencegahan Stunting Secara Spesifik

oleh -723 views

SANGATTA – Kepala Bidang Keperawatan RSUD Kudungga Yuliana Kala Lembang menyebut saat ini posisi prevalensi stunting Kutai Timur (Kutim) berada urutan ke 4 atau 24.7 persen, yang sebelumnya berada di posisi pertama tertinggi di Kalimantan Timur (Kaltim) yaitu 27,4 persen.

Capaian ini merupakan hasil kerjakeras Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten, DPPKB, TP PKK Kutim, Dinas terkait lainnya, para Tim Pendamping Keluarga (TPK) serta stakeholder lainnya.

Baca Juga :  Upaya Turunkan Angka Stunting, DPPKB Kutim Gelar Koordinasi Intensifikasi Pelayanan KB

“Sudah turun sedikit, semoga tahun 2023 ini bisa turun lebih banyak sehingga target nasional 14 persen di tahun 2024 dapat tercapai dengan baik,” ujarnya, rabu (1/2/2023) via WhatsApp.

Tak lupa dirinya mengucapkan terimakasih kasih karena telah diberi kesempatan berkarya di DPPKB Kutim selama 1 tahun 3 bulan sebagai Kabid Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga, dan saat ini sesuai pelantikan dan pengukuhan pada Jum’at (27/1/2023) yang lalu Yuliana di beri amanah sebagai Kepala Bidang Keperawatan RSUD Kudungga.

Baca Juga :  Didesak Laksanakan PTMT 100 Persen, Disdik Tunggu Sampai Kutim Bebas PPKM

“Meski singkat tapi banyak pengalaman baru terutama dalam percepatan penurunan stunting,” kata Yuliana.

Terkait penurunan angka stunting di tempat tugasnya saat ini, dirinya mengatakan Rumah Sakit merupakan salah satu tempat untuk pencegahan Stunting secara spesifik, yaitu pada sasaran pasca salin termasuk bayi baru lahir dan bahkan ibu hamil.

Baca Juga :  Joni Kunjungi Warga RT 35 Desa Singa Geweh Melihat Kendaraan Roda Tiga dari Aspirasinya

“Karna itu kita berharap rumah sakit terus berupaya untuk memberi kontribusi terhadap percepatan penurunan stunting di kutim,” pungkas Yuliana. (*).