PTM Terbatas Telah Berjalan Tiga Minggu, Kadiskes Akui Belum Ada Laporan Kasus Covid-19

oleh -

SANGATTA – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) telah berjalan selama tiga minggu, terhitung sejak 20 September 2021 sesuai kebijakan dikeluarkan Satuan Tugas (Satgas) Kabupaten Kutim.

Menurut Kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dr Bahrani sampai saat ini, pihaknya belum menerima laporan adanya penambahan dari klaster PTM Terbatas tersebut.

“Sampai saat ini kita (Dinkes) menerima laporan. Tapi walaupun ada penambahan kasus, kita tetap melakukan evaluasi PTM T ini,” jelas Bahrani ditemui awak media usai mendengarkan pidato Bupati Kutim, memperingati hari jadi ke 22 tahun Kabupaten Kutim, diruang Sidang Utama DPRD, Senin (11/10/2021).

Baca Juga :  Camat Sangsel Pimpin Upacara Hardiknas 2022, Pelaksanaan Ucapara secara Minimalis dan Terbatas » Berita Kutim

Walaupun belum ada laporan terkait PTM Terbatas itu, namun Bahrani menegaskan, dimasa transsisi ini boleh terlalu tiga euforia.

Tiga euforia dimaksud, pertama, jangan euforia terlalu gembira dengan kelonggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh Pemerintah.

Baca Juga :  Polres Kutim Gelar Apel Operasi Ketupat 2022, Bupati Bacakan Amanat Kapolri

Kedua, jangan terlalu euforia dengan hasil vaksin. Meskipun sudah vaksin, jangan coba-coba buka masker. Tiga, jangan eforia karena kebijakan.

“Mungkin karena dianggap sedikit, kemudian PTM dilaksanakan tidak sesuai Protokol Kesehatan. Kita tetap tidak boleh mengabaikan protokol kesehatan sudah kita canangkan dari dulu oleh Pemerintah,” tutur Bahrani, mantan Direktur RSUD Kudungga, itu

Baca Juga :  Gelar ResesKetua DPRD Kutim, Akan Terus Perjuangkan Aspirasi Masyarakat

Lebih lanjut Bahrani menuturkan, walaupun belum ada laporan, tetapi jika dipantau dipinggir jalan (depan) sekolah, ternyata terjadi kerumunan saat penjemputan anak-anak pulang sekolah. Hal itu, diminta untuk diperhatikan oleh sekolah agar tidak terjadi klaster sekolah.

“Ya kita minta sekolah memantau hal itu, jangan sampai ada klaster dari pelaksanaan PTM Terbatas ini,” tegas Bahrani. (etam2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.