Petani Muda Sangatta Berhasil Budidayakan Labu Madu

oleh -174 Dilihat
Petani Muda Sangatta Berhasil Budidayakan Labu Madu
Mas Aco seorang petani muda Yang berhasil Budidayakan Labu Madu dikelurahan Singa Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur, Kaltim. BERITA KUTIM.COM. (Poto. vnt)

BERITA KUTIM. SANGATTA – Petani Muda Berhasil Budidayakan Labu Madu. Mas Aco, seorang petani muda awalnya berminat terjun ke dunia pertanian, akhirnya jatuh cinta dengan bidang ini. Pria tinggal di kelurahan Singa Geweh, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur, Kaltim. ini sedang giat mengembangkan labu madu.

Labu Madu di luar negeri dikenal dengan nama Pumpkin Butternut berhasil ia budidayakan di kebun belakang rumahnya, labu madu ini sekarang lagi naik daun karena memiliki rasa manis serta tekstur daging yang lembut.

Untitled-1
Petani Muda Sangatta Berhasil Budidayakan Labu Madu
Labu Madu yang berhasil dibudidayakan seorang petani muda di

Saat ditemui media Online Berita .com,  Aco mengatakan, labu ini, di jawa sudah banyak dikenal orang dan menjadi komoditas unggulan.

Baca Juga :  KPC Sambut Hangat AJKT, Perpanjang Hubungan Kerja Sama

“Di jawa, labu madu ini sedang naik daun, selain rasanya yang manis, teksturnya lebih lembut dan sangat cocok untuk makanan pendamping ASI untuk bayi,” tuturnya.

“saya sebagai seorang petani ingin mengenalkan kemasyarakat Kutai Timur, bahwa di Juga ada Labu Madu “, Untuk itu saya berani banting harga untuk memperkenalkan labu madu ke masyarakat Kutai Timur, ungkapnya. Pada Kamis (07/04/2022)

Aco menyebutkan, hal itu didasari banyaknya manfaat dari labu madu ini untuk berbagai kalangan, terlebih lagi yang mengalami gangguan kesehatan dan bagus untuk diet.

Baca Juga :  Berat Badan Naik Setelah Puasa Ramadan? Coba 3 Langkah Ini Untuk Menurunkannya

“Di jawa, harga per kilo labu madu bisa mencapai Rp.50.000, disini saya jual dengan harga Rp.15.000/kilo, untuk memperkenalkan labu ini ke masyarakat Kutim,” ucapnya.

Lanjutnya, Mac Aco mengatakan, “Labu ini sebagian besar konsumennya kalangan menengah ke atas, biasanya dijual di swalayan atau market modern. Tapi, agar masyarakat lebih mengenal labu ini, saya jual dengan harga segitu,” Ujar Aco.

Petani Muda Berhasil Budidayakan Labu Madu

Sementara itu, ditempat yang sama, Kepala UPT SPNF SKB, Sri Rejeki Suswandari, saat membeli labu madu ini mengatakan, semenjak mengenal labu ini, sudah mulai ketagihan dengan rasanya yang jauh berbeda dengan labu yang biasa di konsumsinya.

Baca Juga :  Langka dan Tingginya Harga Minyak Goreng Jadi Pembahasan di Musrenbang Kecamatan Sangatta Utara

“Enak labunya ini, kemarin saya beli, ini datang lagi beli untuk dibuat makanan buka puasa,” tuturnya.

Selain itu, Sri mengatakan, sangat mendukung sekali budidaya labu madu, sebagai salah satu ketahanan pangan.

“Saya sangat mendukung Mas Aco sebagai salah satu petani muda yang kreatif, serta menjadi bagian program ketahanan pangan, terlebih lagi di masa pandemi seperti sekarang ini,” ungkapnya.

“Harapan saya, usaha ini terus berkembang dan mampu melestarikan budaya bertani serta mendorong inovasi generasi muda lainnya agar mau terjun di dunia pertanian,” harapnya. (vnt)

kata kunci : Petani Muda Berhasil Budidayakan Labu Madu