Lestarikan Budaya Tradisional, Ketua DPRD Kutim Menyerahkan Bantuan Alat Musik Kesenian Kuda Lumping dan Campursari

oleh -
WhatsApp Image 2021 11 18 at 12.29.46
Ketua DPRD Kutim Joni, S. Sos., Saat menyerahkan bantuan alat kesenian tradisional Kuda Lumping kepaguyupan Wira Kencana di Desa Kebun Agung, Kecamatan Rantau Pulung Kabupaten Kutai Timur. BERITA KUTIM.COM. (Poto. IVN)

BERTA KUTIM, SANGATTA – Lestarikan budaya tradisional, Ketua DPRD menyerahkan bantuan alat musik kesenian Kuda Lumping dan Campursari. Lestarikan budaya tradisional, Ketua DPRD Kabupaten Kutai Timur, Joni, S. Sos., menyerahkan alat musik kesenian di wilayah dapil pemilihanya, penyerahan bantuan alat kesenian ini dilaksanakan bersamaan saat melakukan resesnya di kecamatan Rantau Pulung kabupaten Kutai Timur, Kaltim. Pada Minggu (14/11/2021)lalu.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kutim Dukung Perbaikan Darurat Jalan Rantau Pulung
WhatsApp Image 2021 11 18 at 12.24.44
Ketua DPRD saat menyerahkan alat musik campursari ke paguyupan Wira Anom

Adapun kelompok peguyupan mendapatkan bantuan yang berasal dari aspirasinya ini yaitu, Paguyupan Wira Anom, berupa alat kesenian tradisional Campur sari, di Desa Tepian Makmur, serta alat kesenian tradisional Kuda lumping paguyupan Wira Kencana di Desa Kebun Agung, Kecamatan Rantau Pulung Kabupaten Kutai Timur.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kutim, PPKM Berlanjut 2 Pekan Di Kutim

lestarikan budaya tradisional

Joni mengatakan, “Peralatan ini sebenarnya dianggarkan sudah tiga tahun lalu tapi karena ada berbagai macam gendala seperti devisit, dan bencana covid-19, jadi bisa terealisasi di tahun ini, ujar joni. Pada Awak media Berita .com.

Lanjutnya, Joni juga menyampaikan, “bantuan tersebut untuk memotivasi anggota kelompok seni agar dapat mengembangkan potensi, meningkatkan prestasi, serta merangsang kreatifitas”.

Baca Juga :  127 PPPK dan 42 CPNS Kutim Formasi 2021 Terima SK Pengangkatan

Diharapkan “Ini dapat menjadi booster para pekerja seni untuk berinovasi sesuai perkembangan zaman. Saya berharap agar pentas lagi monoton dan membosankan, pekerja seni harus keluar dari zona nyaman sehingga mereka dapat lebih menuangkan kemampuan mereka, serta menciptakan karya-karya seni menghibur masyarakat,” jelasnya.

Untuk itu, “dirinya melakukan inovasi sesuai dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan unsur kebudayaan daerah dalam hal berkesenian,” Ungkap Joni.(IVN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.