Gabungan Ormas dan Masyarakat Gelar Hearing Terkait Pembangunan Infrastruktur

oleh -149 views
Gabungan Ormas dan Masyarakat Gelar Hearing Terkait Pembangunan Infrastruktur
Suasana Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang Hearing DPRD kabupaten Kutai Timur

Sangatta – DPRD Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Mengelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Masyarakat tergabung dari berbagai ormas dan paguyuban yang di Pimpin Ketua Adat Besar Kutai (ABK), Abdal Nanang, berlangsung di ruang Hearing DPRD Kutim, Pada Selasa (08/11/2022).

Gabungan Ormas dan Masyarakat Gelar Hearing Terkait Pembangunan Infrastruktur
Ketua DPRD Kutim Joni, S. Sos., Didampingi Wakil Ketua II Arfan Saat gelaran Hearing

Dalam kesempatan tersebut, mantan Ketua DPRD periode pertama Kabupaten Kutim berdiri, Abdal Nanang ingin melihat Kutim memiliki sebuah kebanggan, baik itu infrastruktur yang membuat bangga.

Sedangkan beredar isu bahwa beberapa anggota dewan dikabarkan menolak pelaksanaan program multiyears atau program tahun jamak.

Baca Juga :  Basti Sanga Langi Minta Dinas PU Segera Lakukan Pembagunan Infrastruktur dan Draenase

Padahal, untuk memaksimalkan pembangunan di Kutim hingga kawasan pedalaman. Hanya dapat dimaksimalkan dengan program tersebut. Pihaknya pun meminta penjelasan dari pihak wakil rakyat,

“Pemerintahan sekarang sudah menghadapi enam kali anggaran. Nah, kami hanya ingin minta penjelasan. Kenapa beberapa tahun ini belum ada kinerja yang benar dalam membangun Kutai Timur,” ujarnya.

Gabungan Ormas dan Masyarakat Gelar Hearing Terkait Pembangunan Infrastruktur

Gabungan Ormas dan Masyarakat Gelar Hearing Terkait Pembangunan Infrastruktur
Suasana Hearing

Apalagi APBD Perubahan tahun ini mencapai Rp 4 triliun lebih. Anggaran sebesar itu, sangat disayangkan jika tidak adanya pelaksanaan program multiyear yang dapat memberikan dampak cukup besar terhadap pembangunan.

Baca Juga :  Tanggapan Agusriansyah Terkait Rencana RS Muara Bengkal Menjadi RS Tipe D di Kutim

“Kalau hanya proyek penunjukan langsung (PL), kerugiannya sangat besar. Sekarang Kutim membutuhkan proyek yang lebih besar. Sesuai dengan janji pemkab dan DPRD akan membangun Kutim,” terangnya

Sedangkan anggaran saat cukup besar, tapi tidak terlihat dengan pembangunan yang signifikansi. Padahal, kalau dialokasikan untuk penuntasan pembangunan Pelabuhan Sangatta di Kenyamukan. Tentu akan memberikan dampak besar terhadap perekonomian.

Baca Juga :  Galakkan Olahraga Tradisional, Sangasanga Gudang Atlet Ketapel » Kutim Post » Berita Kutim » Berita Kutim » Berita Kutim

“Salah satunya harga barang akan turun. Tapi sampai sekarang tidak ada gerakan untuk menyelesaikan pelabuhan. Padahal potensi PAD (pendapatan asli daerah) sangat memungkinkan,” terangnya.

Lanjutnya, Abdal Nanang Juga mengatakan hal ini upaya masyarakat untuk menguatkan pemerintah dan DPRD. Pihaknya ingin menyuarakan pembangunan yang memberikan multiplier effect.

“Keberadaan pelabuhan, bandara, terminal dan kampus, merupakan tanda majunya suatu daerah. Ini yang diharapkan masyarakat sekarang,” pungkasnya.(Bk*1)