Diskominfo Staper Kutim Matangkan Pemetaan Blank Spot untuk Perluasan Internet Desa

oleh -15 views
Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar H. Siburian

Beritakutim.com, SANGATTA – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutai Timur (Kutim), Ronny Bonar H. Siburian, menegaskan komitmen pihaknya untuk memperluas akses internet hingga ke wilayah perdesaan, khususnya daerah yang masih menghadapi keterbatasan jaringan atau blank spot.

Ronny mengatakan, perluasan konektivitas digital tidak hanya berfokus pada penambahan akses jaringan, tetapi juga harus diawali dengan pemetaan yang matang agar solusi yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing wilayah.

“Saat ini kami juga terus mematangkan pemetaan wilayah blank spot, termasuk menentukan kebutuhan serta perangkat atau teknologi apa yang dapat digunakan sebagai solusi dan backup layanan,” ujar Ronny, Kamis (13/08/2026).

Baca Juga :  Perumdam Tegaskan Komitmen Selesaikan Masalah Air Bersih di Desa Singa Gembara

Menurut Ronny pemetaan menjadi bagian penting dalam menentukan prioritas pengembangan infrastruktur telekomunikasi di Kutai Timur. Dengan data wilayah yang lebih terukur, kebutuhan jaringan dapat dipetakan secara tepat sehingga penguatan konektivitas dapat menyasar daerah yang benar-benar membutuhkan.

Ronny menjelaskan, kondisi geografis Kutai Timur yang memiliki wilayah luas menjadi salah satu tantangan dalam pemerataan akses internet. Karena itu, setiap wilayah perlu dikaji berdasarkan kondisi jaringan, kebutuhan masyarakat, serta dukungan infrastruktur yang tersedia.

“Yang kami prioritaskan adalah bagaimana akses internet bisa hadir secara tepat sasaran, terutama di wilayah yang kebutuhan komunikasinya tinggi tetapi masih memiliki keterbatasan jaringan,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemdes Sangatta Selatan Perkuat Fasilitas Olahraga, Dorong Lahirnya Generasi Muda Berprestasi

Perluasan akses internet tersebut juga diarahkan untuk mendukung berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari sektor pendidikan, pelayanan pemerintahan, hingga aktivitas ekonomi dan sosial di tingkat desa.

Bagi Diskominfo Staper Kutim, pemerataan konektivitas digital menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung transformasi pelayanan publik. Akses internet yang memadai di wilayah perdesaan diharapkan dapat membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk memperoleh informasi, mengakses layanan pemerintahan, serta memanfaatkan teknologi dalam kegiatan pendidikan dan ekonomi.

Baca Juga :  Usai di Kukuhkan, Bupati Kutim Minta Bunda Literasi Jadi Agen Perubahan di Masyarakat

Ronny menambahkan, penguatan konektivitas juga perlu disertai dengan kesiapan teknologi pendukung. Hal tersebut penting untuk memastikan layanan tetap dapat berjalan secara optimal, termasuk ketika terjadi gangguan pada jaringan utama.

“Kami ingin memastikan solusi yang diterapkan bukan hanya tersedia, tetapi juga dapat memberikan layanan yang optimal dan berkelanjutan bagi masyarakat,” pungkasnya.

Diskominfo Staper Kutim  akan terus melakukan pemutakhiran data dan pemetaan wilayah yang belum terlayani secara optimal. Langkah tersebut diharapkan menjadi dasar dalam menentukan strategi pemerataan konektivitas digital sehingga akses internet dapat semakin menjangkau masyarakat hingga pelosok desa. (9)