Beritakutim.com, SANGATTA – Program cetak sawah di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang berjalan pada 2026 diproyeksikan kembali dilanjutkan pada 2027. Pemerintah daerah menyebut program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas dan memperkuat produksi pangan.
Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kutim, Purno Edi, mengatakan program cetak sawah tahun ini mencakup lahan sekitar 600 hektare.
Program tersebut merupakan bagian dari program pemerintah pusat yang pelaksanaannya berlanjut di daerah. Namun, kondisi kekeringan yang terjadi saat ini turut menjadi perhatian dalam persiapan musim tanam berikutnya.
“Untuk program cetak sawah 2026 sepertinya dilanjutkan di 2027. Yang dari pusat,” kata Purno saat diwawancarai awak media.
Ia mengatakan, periode Oktober hingga Desember biasanya menjadi waktu penting bagi petani untuk memasuki musim tanam. Namun, kondisi cuaca dan ketersediaan air menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
Purno berharap curah hujan segera kembali mendukung kegiatan pertanian sehingga petani dapat menjalankan musim tanam dengan lebih baik.
Di sisi lain, pemerintah juga terus mengevaluasi kebutuhan sarana pendukung agar pengembangan lahan pertanian tidak hanya berorientasi pada pembukaan lahan, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan produksinya.
Menurutnya, ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting yang harus disiapkan seiring dengan pengembangan lahan sawah baru. (ADV) (9)







