Dispar Gelar Rapat Bersama PD Terkait Persiapan Puncak Kharisma Event Nusantara Lomplai 2023

oleh -650 views
khArisma lomplai

SANGATTA – Rapat Pemantapan terus dilakukan oleh Dinas Pariwisata bersama Perangkat Daerah (PD) dalam rangka bentuk persiapan menjelang puncak Kharisma Event Nusantara Lomplai 2023 yang rencananya berlangsung di Desa Nehas Liah Bing Kecamatan Muara Wahau pada 29 April – 2 Mei 2023.

Rapat ini dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Kutai Timur (Kutim) H Nurullah di dampingi Sekretaris Tirah Satriani. Turut hadir Kepala Dinas PMDPTSP Teguh Budi Santoso, perwakilan Dinas Perhubungan, perwakilan Dinas Koperasi UKM, perwakilan Dinas Kominfo Staper, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan stakeholder lainnya. Rapat tersebut digelar di Ruang Rapat Dinas Perhubungan pada hari senin (17/4/2013).

Sekretaris Dispar Tirah Satriani diawal rapat menyampaikan, Lomplai 2023 ini merupakan salah satu event nasional yang masuk dalam Karisma Event Nusantara.

Baca Juga :  HKN Ke-58, Joni Mengajak Masyarakat Tetap Jaga Kesehatan dan Protokol Kesehatan

“Ini pertama kalinya Lomplai masuk dalam event Nasional, meskipun Lomplai ini sudah sering dilaksanakan oleh adat di Muara Wahau,” ucap Tirah.

Terkait hal tersebut, Dispar tidak bisa melaksanakan sendirian, namun harus bekerjasama dengan Perangkat Daerah terkait.

“Harapannya dengan bekerjasama, kegiatan (Lomplai) ini bisa berjalan dengan baik dan semoga tahun depan kembali masuk dalam Karisma Event Nusantara lagi,” Sambungnya.

Dalam event ini terdapat 11 rangkaian kegiatan, yakni ritual Nyesek E’gung, ritual La’q Pes’yai, ritual Na’q Pes’yai Duq’min, ritual Na’q Pes’yai Wet’min, ritual Na’q Unding Pang’pea, ritual En’die M’na’n, ritual Na’q Jengea, ritual Em’bob Jengea, ritual Ngel’dung, ritual Em’bos Jika dan ritual Em’bos Epaq Pla’I.

Baca Juga :  Jimmy Soroti Dampak Penggunaan Jalan Negara oleh Perusahaan

Sementara itu, Kadis Pariwisata Kutim H Nurullah saat mempimpin rapat menyampaikan, visi dari event ini adalah untuk melestarikan kearifan lokal Dayak Wehea, sedangkan misinya adalah agar terpelihara dan terjaganya serta memperkenalkan kearifan lokal Dayak Wehea kepada publik.

Adapun tujuannya, menjadikannya sebagai potensi wisata budaya dan mendukung program pemerintah dalam upaya melestarikan dan mengembangkan potensi wisata budaya secara Nasional.

“Selain itu memberikan kepada generasi penerus Dayak Wehea akan pentingnya melestarikan kearifan lokal sebagai sebuah identitas,” paparnya.

Adapun keunikan Lomplai ini, kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun, kearifan lokal yang turun temurun dan perpaduan ritual, keyakinan dan seni tari, seperti tari Hudoq dan tarian massal tum’bam’ Batman dan lainya.

Baca Juga :  DPRD Kutim Minta Penjelasan Mengenai Realisasi Anggaran yang Masih Kecil dan Mengupayakan Pengurangan SILPA yang Signifikan

“Dampak Sosial dan Budaya dari penyelenggaraan event ini agar terciptanya rasa dan semangat kegotongroyongan masyarakat serta terciptanya rasa kecintaan kaum muda pada kearifan lokal,” ucap Nurullah.

Sementara itu dampak ekonominya, adanya peningkatan perputaran keuangan selama event dapat memberikan keuntungan bagi para pedagang lokal dan kesempatan bagi UMKM memasarkan produk kerajinan tangannya kepada pengunjung.

“Dampak lingkungannya, Lomplai ini mengajarkan bahwa lingkungan dan hutan merupakan lumbung pangan bagi kehidupan semua makhluk,” ujarnya.(bk)