Sosialisasi Keamanan Jaringan: Bupati Kutim Mendorong Kesadaran Aparatur Sipil Negara

oleh -571 views
393804601 1028822511755691 2851163553038082891 n 1

Sangatta – Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik, dan Persandian Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyelenggarakan Sosialisasi Keamanan Jaringan dan Persandian dengan tujuan menggalang sinergi antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) bidang Teknologi Informasi Komunikasi dan Persandian. Acara ini dihadiri oleh operator dari berbagai perangkat daerah (PD) dan berlangsung di Ruang Meranti, Kantor Sekretariat Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim), Senin (23/10/2023).

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, membuka acara ini yang turut didampingi oleh Kepala Dinas Kominfo dan Staper Kutim, Ery Mulyadi. Narasumber utama kegiatan ini adalah Kepala Lab Aplikasi Internet Universitas Mulawarman, Dedy Cahyadi.

Baca Juga :  Buhori Imbau Masyarakat Agar Tidak Buang Kucing di Pasar Induk Sangatta

Ardiansyah Sulaiman menegaskan pentingnya kesadaran dalam menjaga keamanan keamanan dibidang jaringan telekomunikasi dan persandian di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Apalagi sejak beberapa periode yang lalu Pemerintah Kabupaten Kutai Timur sudah banyak menggunakan sistem berbasiskan elektronik dalam sejumlah urusan pemerintahan, seperti sistem aplikasi keuangan, penganggaran dan perencanaan, dan yang perlu diingat semua sistem ini harus didukung oleh sistem keamanan yang baik, guna melindungi data dan informasi yang ada sehingga semua berperan untuk membangun mindset dan mengedepankan akan pentingnya kesadaran pengelolaan keamanan informasi dan persandian.

Baca Juga :  Ikuti Bimtek, Diskominfo Staper Diharapkan Mengalami Peningkatan Kualitas SDM

Bupati Ardiansyah menjelaskan langkah-langkah penting dalam implementasi keamanan informasi pada Perangkat Daerah, termasuk backup data, penggunaan password yang kuat, kebijakan yang jelas, penggunaan perangkat terpisah, koneksi jaringan yang aman, serta hati-hati dalam mengakses tautan dan penggunaan perangkat lunak terpercaya.

Mengingat pentingnya sistem berbasis elektronik dalam urusan pemerintahan, Ardiansyah berharap sosialisasi ini mampu memberikan pemahaman yang luas tentang keamanan jaringan telekomunikasi dan persandian di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.

“Semua sistem ini harus didukung oleh sistem keamanan yang baik untuk melindungi data dan informasi yang ada,” tambahnya.

Baca Juga :  Rapat Paripurna Ke 10, Zubair Membacakan Nota Pengantar Pemerintah

Orang nomor satu Kutim tersebut juga menyoroti tiga aspek penting dalam pengelolaan sistem manajemen keamanan informasi, yaitu infrastruktur jaringan komputer, perangkat lunak, dan sumber daya manusia.

“Peningkatan kesadaran keamanan informasi, terutama kepada admin website dan media sosial, menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan informasi pada setiap Perangkat Daerah,” jelasnya.

Ardiansyah meminta partisipasi aktif dari seluruh PD untuk sungguh-sungguh mengikuti kegiatan ini. “Ini adalah upaya kita untuk meminimalisir risiko insiden dalam pengelolaan website dan media sosial Perangkat Daerah yang dapat merugikan nama institusi,” tandasnya. (bk)