PUPR Kutai Timur Menggunakan Swakelola untuk Pengaspalan Jalan AW Syahrani dengan Anggaran Rp10 Miliar

oleh -373 views
nilai rp 10 m ini alasan pupr kutim swakelolakan pengaspalan jalan aw syahrani 64a938d0b4591

Sangatta – Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengakui bahwa pekerjaan pengaspalan di Jalan AW Syahrani Pendidikan dilakukan melalui sistem swakelola dengan anggaran sekitar Rp10 Miliar.

“Nilainya kurang lebih di atas Rp10 Miliar,” kata Kepala Bidang Bina Marga PUPR Kutim, Wahasunna Aqla, kepada awak media.

Menurut Wahasunna Aqla, pekerjaan swakelola tersebut melibatkan pihak ketiga, karena ada 4 tipe swakelola yang diperbolehkan berdasarkan aturan.

Baca Juga :  DPRD Kutim Gelar Rapat Pansus Terkait Sengketa Lahan Poktan Karya Bersama dan PT IMM

“Kami menggunakan pihak ketiga hanya untuk pembelian material saja, sementara pekerjaannya sebagian menggunakan peralatan kami yang disewakan kepada pihak ketiga. Kontrak swakelola ini tidak hanya untuk Jalan AW Syahrani saja, tetapi tersebar di beberapa lokasi,” ungkapnya.

Wahasunna Aqla menjelaskan bahwa meskipun pekerjaan pengaspalan di Jalan AW Syahrani akan menghabiskan anggaran sekitar Rp10 Miliar, PUPR Kutim tidak melakukan proses tender atau lelang karena pekerjaan tersebut bersifat insidentil.

Baca Juga :  Silaturahmi Forkopimda Dengan Serikat Buruh, Bupati Kutim Minta Kondutifitas Dipererat

“Kami tidak dapat memperkirakan dengan pasti bagaimana situasinya. Saat menyusun anggaran, kami hanya menganggarkan volume tertentu. Lokasi pekerjaan akan ditentukan berdasarkan kondisi lapangan. Kebetulan sebagian besar pekerjaan dilakukan di Jalan AW Syahrani,” jelasnya.

Lebih lanjut, Wahasunna Aqla menjelaskan bahwa total anggaran swakelola yang disiapkan oleh PUPR Kutim tahun ini sekitar Rp50 Miliar. Namun, anggaran tersebut tidak hanya untuk pekerjaan di Jalan Pendidikan, tetapi juga akan digunakan untuk penanggulangan pekerjaan insidentil, seperti penanganan longsor.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kutim Melakukan Reses di Dapilnya untuk Mendengarkan Aspirasi Warga

“Jika terjadi longsor di jalan, anggaran juga akan dialokasikan untuk penanganannya. Namun, kami tidak dapat memperkirakan kejadian apa yang akan terjadi tahun ini. Kami hanya menganggarkan volume timbunan dan aspal tertentu. Nanti kami akan mengalokasikan sesuai kebutuhan,” tambahnya.(bk)