Pemkab Kutim Teken Kesepakatan Bersama tentang Pembangunan Infrastruktur Jaringan Terintegrasi dan Mitra Smart City dengan PT Comtelindo

oleh -
WhatsApp Image 2021 10 22 at 21.24.19
suasana Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Pelajar Tahun 2019. Kegiatan tersebut digelar di Aula SMA Negeri 2 Sangatta Utara, Kabupetan Kutai Timur, KALTIM. Senin (14/10/2019). (Poto Vnt)

SANGATTA, ETAM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melakukan penandatangan kesepakatan bersama tentang pembangunan infrastruktur jaringan terintegrasi dan mitra smart city dengan PT. Comtelindo Penandatanganan dilaksanakan oleh Bupati H. di ruang Tempudau Kantor Bupati. Senin (18/10/2021)

Kerjasama ini dilaksanakan untuk mewujudkan pengembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam rangka meningkatkan pelayanan publik di Kutim. Adapun ruang lingkup kesepakatan ini adalah pembangunan infrastruktur jaringan internet desa terintegrasi, penyediaan internet gratis di beberapa area publik desa.

Baca Juga :  Anggota DPRD Kutim Ingatkan Panitia Tak Main-main dengan Anggaran

Dalam sambutannya Bupati Kutim H. menyampaikan kesepakatan ini menjadi dasar untuk menindaklanjuti program unggulan Kutim Merdeka Sinyal, dalam konsepnya pemerintahan ASKB berkeinginan seluruh desa di Kutim ada lagi blank spot.IMG 20211018 WA0062

“Dengan kondisi area yang begitu luas menjadi tantangan tersendiri untuk infrastruktur yang kita laksanakan di Kutim. Oleh karena itu Kita membutuhkan teknologi yang mempermudah masyarakat untuk mendapatkan sarana terkait teknologi informasi,” ujar Ardiansyah.

Ditambahknanya Pemerintah Daerah di tuntut untuk menjadikan Daerahnya masuk dalam konsep smart city dan dituntut untuk mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat yang tergantung pada teknologi informasi terkait dengan dunia pendidikan bahkan bermanfaat untuk hal lainnya.

Baca Juga :  Pemkap Kutim Mendapatkan 100 Ribu Vaksin dari GAPKI

“Meskipun nanti kita sudah terbebas dari pandemi Covid-19, tapi Saya yakin teknologi ini selalu bermanfaaf, karena informasi teknologi ini dapat mempermudah segala pekerjaan termasuk mempermudah catatan-catatan kependudukan,” ungkap ia

“Semoga ini menjadi tonggak dasar untuk kita menjadikan Kutim sebagai smart city yang menjadikan pekerjaan berbasis teknologi informasi,” harap Ardiansyah.

Baca Juga :  Bupati Sebut Keberagaman dan Toleransi adalah modal Utama bagi Masyarakat Kutim

Sementara itu seusai penandatangan kesepakatan, Kadis Kominfo Ery Mulyadi menyampaikan berdasarkan data dari 139 desa di Kutim ada 37 desa yang blankspot, dengan kerjasama ini ada 67 spot yang dikerjakan.

“Dari 67 spot ini, ada 13 Desa yang dimasuki, sehingga diharapkan dari sisa 24 Desa yang masih blank spot tersebut di tahun 2022 sesuai target Pak Bupati ada lagi yang blankspot,” ujar Ery.(etam1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.