KPC Belum Tepati Janji, Bupati Ardiansyah: Pemkab Kutim akan Ambil Alih Pembangunan Jalan Poros Sangatta-Ranpul

oleh -436 views
33d08c65 8dbd 4ce3 9fe9 c1333f5588de

Kutai Timur – Kekecewaan Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman terhadap PT Kaltim Prima Coal (KPC) terkait janji yang belum terpenuhi untuk memperbaiki jalan poros Sangatta-Rantau Pulung akhirnya memicu langkah tegas dari pemerintah daerah.

Dalam acara pembukaan Lomba Burung Berkicau Camat Rantau Pulung Cup I yang diadakan di Pasar Padang Raya, Kecamatan Ranpul, Bupati Ardiansyah mengumumkan bahwa Pemkab Kutim akan mengambil alih pembangunan jalan tersebut.

Bupati Ardiansyah menegaskan ketidakpuasannya terhadap PT KPC yang tidak kunjung menyelesaikan proyek jalan poros sesuai kesepakatan.

Baca Juga :  Demo Karyawan RSUD, Bupati Kutim Bakal Ditindaklanjuti Sesuai Aturan

“Tadi saya sudah perintahkan Dinas PU surati KPC karena sampai saat ini tidak ada perkembangannya, kita minta diambil alih saja. Seyogianya itu 2023 sudah selesai, tapi saya tidak paham, karena hanya satu kali KPC itu secara resmi datang ke ruangan saya, menyatakan akan spot, spot, spot, itu tahun 2022. Tapi kenyataannya juga tidak ada,” tegas Bupati Ardiansyah, Minggu (09/6/2024).

Jalan poros yang menjadi urat nadi transportasi warga ini sudah lama dikeluhkan masyarakat, terutama saat musim penghujan. Kondisi jalan yang semakin memburuk membuat kendaraan roda dua dan empat kesulitan untuk melintas.

Baca Juga :  DPRD Kutim Gelar Rapat Pansus Terkait Sengketa Lahan Poktan Karya Bersama dan PT IMM

“Hampir setiap hari saya menerima pesan melalui WhatsApp dari warga Rantau Pulung yang mengeluhkan kondisi jalan ini. Oleh karena itu, saya tegaskan di hadapan Bapak Ibu sekalian bahwa hari ini saya sudah memerintahkan bidang Bina Marga Dinas PU segera membuat surat kepada CEO PT KPC agar tidak ada tumpang tindih nantinya,” sambungnya.

Baca Juga :  Pesta Adat dan Budaya Lom Plai, Joni Berpesan Adat Istiadat Jangan Ditinggalkan

Bupati Ardiansyah menambahkan bahwa pembangunan jalan ini rencananya akan dimulai tahun ini. Namun, pengerjaannya tidak bisa dilakukan sekaligus karena sudah masuk dalam persiapan anggaran perubahan.

“Tetapi yang mampu dikerjakan akan kita kerjakan dengan baik. Yang tidak mampu, kita akan swakelola saja,” pungkasnya.

Langkah tegas ini diharapkan dapat segera memberikan solusi atas masalah infrastruktur yang telah lama dikeluhkan oleh warga Kecamatan Rantau Pulung, dan mempercepat perbaikan jalan yang vital bagi aktivitas sehari-hari mereka. (bk)