Ketua DPRD Kutim Minta Disperindag Berikan Perhatian Terkait Kelangkaan Gas LPG 3 Kg

oleh -431 views
075a09a7 4792 4e07 be05 0167e2bdfef1

Sangatta – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengalami kelangkaan gas elpiji 3 kilogram, yang menyebabkan harga naik tajam. Gas elpiji 3 kilogram semakin sulit ditemukan di pangkalan dan pengepul, sehingga warga kesulitan mencari gas tersebut. Di beberapa kawasan, harga gas elpiji 3 kilogram bahkan mencapai Rp 50 ribu per tabung.

Pada tahun 2019, Gubernur Kaltim telah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk gas elpiji 3 kilogram, tetapi harga di pangkalan resmi Pertamina wilayah Samarinda dan Kutai Kartanegara (Kukar) sudah melebihi HET. Di Kutim, HET elpiji subsidi seharusnya berada di kisaran Rp 19-20 ribu per tabung, namun setelah didistribusikan ke tingkat pangkalan, harganya naik menjadi sekitar Rp 24 ribu per tabung.

Baca Juga :  Yan, Inginkan Program Kerja Perangkat Daerah Bisa Lebih Cepat

Ketua DPRD Kutim, Joni, mengharapkan situasi ini tidak dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk mencari keuntungan pribadi. Gas elpiji 3 kilogram seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat tidak mampu, dan dia mengimbau para pedagang untuk bersikap penuh kepedulian terhadap masyarakat lainnya.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kutim Memimpin Rapat Paripurna ke 18 Tentang Pandangan Umum Fraksi-fraksi Terhadap KUA dan PPAS APBD 2024

“Karena peruntukannya untuk masyarakat tidak mampu. Jangan dijadikan kesempatan mencari keuntungan pribadi,” ujar Joni.

Baca Juga :  Agusriansyah Minta Pemda Kutim Kerjasama Dengan Kemenkes RI Terkait Kebutuhan Medis

Joni juga meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim untuk segera menindaklanjuti masalah ini dan memberikan perhatian kepada masyarakat yang kesulitan finansial akibat kelangkaan dan kenaikan harga gas elpiji.

“Jangan sampai berlarut-larut, yang kasihan masyarakat. Disperindag harus memberikan perhatian,” pungkasnya. (bk)