Diskominfo Staper Kutim Gelar Sosialisasi TIK Gelombang II untuk Pelajar Tingkat SMA/SMK

oleh -240 views
11

Sangatta – Dalam upaya mendorong optimalisasi pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) serta mewujudkan pelajar yang cerdas, kreatif, inovatif, dan produktif, serta sebagai langkah preventif terhadap penyalahgunaan TIK, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan Statistik serta Persandian (Staper) Kutai Timur (Kutim) mengadakan Sosialisasi TIK untuk pelajar SMA/SMK tahun 2024 Gelombang II, Sabtu (18/5/2024).

Kegiatan ini diikuti oleh 150 pelajar dari 12 SMA/SMK di Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Narasumber yang hadir berasal dari Tim Relawan TIK Provinsi Kalimantan Timur, yakni Surya Fajar Saputra, M.Kom dan Tri Wiyanto Sumaryawan, S.Kom.

Baca Juga :  Basti Mengusulkan agar Pemerintah Tertibkan Spanduk dan Baliho di Sangatta

Panitia kegiatan, Hasanuddin, menjelaskan bahwa tujuan dari sosialisasi ini adalah memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang teknologi informasi dan komunikasi kepada pelajar SMA/SMK di Sangatta. Selain itu, kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi digital di kalangan pelajar, sehingga dapat mengurangi penyebaran hoaks, mengurangi kerugian akibat penipuan dalam transaksi daring, serta melindungi data pribadi dan mengurangi budaya tidak produktif yang memicu permusuhan antar pelajar.

“Kalangan pelajar rentan menjadi korban penyalahgunaan Teknologi Informasi,” ujar Hasanuddin.

Baca Juga :  Abdi Firdaus Akan Lakukan Kunjungan ke Kampung Melawan Desa Persiapan Pinang Raya

Sementara itu, dalam sambutannya, Kabid TIK Sulisman yang mewakili Kadis Kominfo Staper, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil Survey Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Tahun 2023 oleh BPS, persentase peserta didik berusia 5-24 tahun yang pernah mengakses internet mencapai 77,46 persen. Tujuan penggunaan internet oleh peserta didik dirinci sebagai berikut: konten hiburan sebesar 86,65 persen, media sosial sebesar 66,68 persen, dan mencari informasi atau berita sebesar 61,39 persen. Namun, penggunaan internet untuk hal-hal produktif seperti pembuatan konten digital, keperluan finansial, WFH, penjualan barang/jasa, dan lainnya, masih kurang dari 10 persen.

Baca Juga :  Siang Geah Tekankan Pentingnya Penguatan Struktur Ekonomi

“Berdasarkan hasil survei BPS tersebut kita mendapat informasi bahwa penggunaan internet untuk hal-hal yang produktif di tingkat pelajar masih sangat kurang,” ujarnya.

Sulisman berharap, melalui kegiatan sosialisasi ini, para pelajar dapat menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk hal-hal yang lebih bermanfaat.

Ia juga berharap kegiatan ini dapat memberikan tambahan ilmu pengetahuan, sehingga para pelajar mampu mengembangkan pemikiran dan keterampilan dalam pemanfaatan teknologi informasi secara optimal dan bertanggung jawab. (bk)