Bupati Kutim Secara Resmi Tutup Gelaran Turnamen Sepak Bola U-40

oleh -516 views
bupati tutup bola

SANGATTA – Bupati Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman, secara resmi menutup open turnamen sepak bola Mules Cup II umur 40 tahun (U-40) di stadion utama Kudungga, Jalan Soekarno Hatta, Sabtu, (27/5/2023) malam.

Dalam sambutannya Ardiansyah menyampaikan, dengan semangat main ini, terutama legend-legend bola diharapkan akan menyambung terus bahwa bagaimana olahraga itu tidak bisa dipisahkan dengan sepak bola. Karena sepak bola adalah olahraga masyarakat yang ada memang di semua lini.

“Di Kampung, desa, halaman gedung TK, gedung sekolah itu pasti ada sepak bola. Sayang malam hari ini tidak jadi eksekusi. Kalau ada yang eksekusi, saya nonton aja, tidak ikut main,” ujar Bupati Kutim tersebut.

Baca Juga :  Bupati Kutim, Melantik Yusriansyah Sebagai Pejabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Timur

Ardiansyah juga mengucapkan, selamat menyaksikan dan melaksanakan final Mules club U-40 pada malam hari ini.

“Untuk juara I, II, III dan juara IV Alhamdulillah pialanya sudah disiapkan,” ucapnya.

“Dengan mengucapkan Alhamdulillah, Mules Cup U-40 2023, dengan ini secara resmi saya nyatakan ditutup,” sambungnya.

Baca Juga :  Kirab Budaya Meriahkan Peringatan HUT Kutai Timur ke-24

Sementara itu, Ketua Panitia Arham menyampaikan bahwa tidak ada hal-hal yang bersifat menghambat kegiatan ini, semua berjalan lancar walaupun ada dinamika sedikit, itu adalah sebagai ciri khas dalam sepak bola.

“Karena memang, semangat dari pelaksanaan ini, sebagaimana kita sampaikan pada pembukaan yang lalu bahwa, semangat yang pertama adalah untuk silaturahmi,” terangnya.

“Kedua, bentuk penghargaan kita kepada insan-insan sepak bola yang ada di Kutim ini, atas kiprah dan peran mereka di masyarakat. Kita saksikan, legend-legend inilah yang melakukan pembinaan di kecamatan. Mereka jugalah menjadi inspirasi buat adik-adik kita, nantinya akan mampu membawa Kutim kedepan,” sambungnya.

Baca Juga :  Festival Wastra Kutai Timur: Menggali Potensi Ekonomi Kreatif di Bidang Fashion

Selain itu juga, Kegiatan ini adalah kerja sama gotong royong non Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). “Kami juga yakin bahwa dengan gotong royong juga mampu mewujudkan sebuah agenda atau event-event yang tentunya mampu bermakna. Kami ucapkan terima kasih yang sudah bergotong royong,” pungkasnya.(Bk)