Cegah Kebakaran Meluas, Sangatta Utara Siapkan Tim Karhutla dan Perkuat Sosialisasi

oleh -586 views

Beritakutim Sangatta – Pemerintah Kecamatan Sangatta Utara memperkuat langkah pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan menggelar rapat koordinasi bersama unsur TNI-Polri, pemerintah desa dan kelurahan, pemadam kebakaran, Forum RT, tokoh masyarakat serta sejumlah perwakilan warga.

Rapat koordinasi penanganan karhutla tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Kecamatan Sangatta Utara, Kamis (27/8/2026).

Camat Sangatta Utara, Hasdiah, menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah maupun aparat keamanan. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat harus terlibat aktif dalam upaya pencegahan maupun penanganan apabila terjadi kebakaran.

Dalam arahannya, Hasdiah menyoroti berbagai dampak serius yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan dan lahan. Selain mengancam lingkungan, karhutla juga dapat berdampak terhadap kesehatan dan ketenteraman masyarakat.

“Pada hari ini kita melaksanakan rapat koordinasi terkait penanganan karhutla di Kecamatan Sangatta Utara. Karhutla menimbulkan banyak dampak terhadap kesehatan, ketenteraman, serta lingkungan,” ujarnya.

Ia meminta seluruh pihak meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat terkait larangan melakukan pembakaran. Selain itu, pemasangan spanduk dan media imbauan di wilayah-wilayah rawan kebakaran juga diminta untuk diperbanyak.

Menurutnya, tokoh masyarakat dan ketua RT memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan-pesan pencegahan secara langsung kepada warga di lingkungannya masing-masing.

Baca Juga :  Mudik Gratis dari Polres Kutim, Rangkaian Operasi Ketupat Mahakam 2026

“Sosialisasi perlu ditingkatkan dan pemasangan spanduk-spanduk agar ditambah. Kami membutuhkan peran tokoh masyarakat serta ketua RT untuk menyampaikan imbauan langsung kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, membakar sampah maupun membuang puntung rokok yang masih menyala ke sembarang tempat,” tegasnya.

Hasdiah juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam penanganan karhutla. Masyarakat, kata dia, tidak hanya diharapkan melakukan pencegahan, tetapi juga segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran di wilayahnya.

“Kami mohon bantuan kepada tokoh masyarakat, ketua RT dan seluruh lapisan masyarakat untuk membantu penanganan karhutla ini. Bukan hanya dalam hal pencegahan, tetapi juga melakukan pelaporan dan komunikasi kepada kami. Karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat yang ada di wilayah Sangatta Utara,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya informasi cepat dari masyarakat terkait keberadaan titik api agar penanganan dapat segera dilakukan sebelum api meluas.

Di tengah kondisi musim kemarau, Hasdiah juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran dalam bentuk apa pun. Bahkan pembakaran ranting maupun sampah diminta untuk dihindari karena cuaca panas dapat mempercepat munculnya api dan memperbesar risiko kebakaran meluas.

Baca Juga :  DPRD Kutai Timur Gelar Paripurna Ke-31 Tahun Anggaran 2021

“Kami berharap kepada kepala desa dan ketua RT yang hadir dapat menyampaikan kepada warganya bahwa pada musim kemarau seperti sekarang ini tidak melakukan pembakaran. Ranting maupun sampah juga sebaiknya tidak dibakar karena dapat memicu munculnya api. Kondisi panas saat ini cukup luar biasa,” katanya.

Selain membahas upaya pencegahan, rapat koordinasi tersebut juga membicarakan pola penanganan karhutla di lapangan. Pemerintah Kecamatan Sangatta Utara berencana membentuk tim penanganan karhutla tingkat kecamatan yang akan bersinergi dengan Posko Utama Karhutla di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Timur.

Menurut Hasdiah, seluruh unsur di tingkat RT, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemerintah hingga aparat keamanan diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan koordinasi.

Posko utama penanganan karhutla sendiri akan dipusatkan di Kantor BPBD Kutai Timur, dengan melibatkan berbagai instansi serta perusahaan yang berada di wilayah Sangatta Utara. Meski demikian, tim-tim yang berada di lapangan tetap perlu dipersiapkan untuk mempercepat respons terhadap potensi kebakaran.

Rapat tersebut turut dihadiri Kapolsek Sangatta Utara AKP Bambang, unsur TNI, pemerintah desa dan kelurahan, Pos Pemadam Kebakaran Sangatta Utara, Forum RT, tokoh masyarakat serta sejumlah perwakilan warga.

Baca Juga :  Jum'at Curhat, Polres Kutim Bagikan 100 Paket Sembako untuk Warga Masabang

Dalam forum itu, pihak kepolisian juga mengingatkan bahwa potensi kebakaran menjadi perhatian serius selama musim kemarau. Masyarakat kembali diminta untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat sejumlah titik api di Kalimantan Timur mulai mengalami peningkatan.

Sementara itu, pemerintah desa dan kelurahan menyatakan kesiapan untuk mendukung upaya penanganan karhutla melalui peningkatan sosialisasi, pemasangan spanduk imbauan hingga penguatan tim di tingkat wilayah.

Sejumlah wilayah juga mulai mengidentifikasi kawasan yang dinilai rawan terjadi kebakaran, termasuk kawasan lahan gambut serta wilayah yang memiliki aktivitas pertanian dan kelompok tani.

Dari hasil rapat tersebut, Pemerintah Kecamatan Sangatta Utara menyepakati pembentukan tim karhutla tingkat kecamatan yang akan terintegrasi dengan Posko Utama di Kantor BPBD Kutai Timur.

Pembentukan tim tersebut nantinya akan diperkuat melalui pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) di masing-masing desa dan kelurahan.

Saat ini, MPA di wilayah Kecamatan Sangatta Utara disebut baru terbentuk di Kelurahan Teluk Lingga. Ke depan, pembentukan MPA di desa dan kelurahan lainnya diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.(Bk)