Beritakutim Sangatta – Keberadaan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UMKM Mahkota Mahakam Kutai Timur (LSP MAMA) dinilai dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dalam meningkatkan kompetensi dan pengakuan terhadap profesi. Kehadiran lembaga sertifikasi di daerah juga dinilai dapat mempermudah masyarakat Kutai Timur yang membutuhkan sertifikasi profesi tanpa harus mengikuti proses sertifikasi di luar daerah.
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menyampaikan apresiasi atas diperolehnya lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) oleh Lembaga Sertifikasi Mahkota Mahakam Kutai Timur.
Menurut Ardiansyah, keberadaan lembaga sertifikasi tersebut menjadi hal penting seiring semakin banyaknya masyarakat Kutai Timur yang menjalankan berbagai kegiatan profesi, baik di bidang ekonomi, industri kreatif, produksi maupun bidang lainnya.
“Lembaga ini akan menjadi momentum tersendiri bagi masyarakat Kutai Timur yang saat ini sedang giat melakukan kegiatan profesi di lapangan, baik di bidang ekonomi, industri kreatif, produksi dan lain-lain,” ungkap Ardiansyah.
Ia berharap kehadiran LSP UMKM MAMA dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja dan pelaku profesi di Kutai Timur. Sertifikasi profesi dinilai menjadi salah satu bagian penting dalam meningkatkan kapasitas dan kemampuan seseorang sesuai bidang yang digelutinya, dan ini juga menjadi salah satu pilar dalam 50 Program Pemerintahan “ARMY” Di Kutai Timur dalam Bidang Pengembangan Dan Peningkatan Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi Yg Tersertifikasi BNSP
Ardiansyah juga berharap lembaga tersebut dapat menjadi salah satu barometer kemajuan Kutai Timur, terutama dalam pengembangan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan pengakuan profesi.
Menurutnya, keberadaan lembaga sertifikasi di daerah juga memberikan kemudahan bagi masyarakat yang selama ini harus bepergian ke luar daerah untuk mendapatkan sertifikasi.
“Tidak perlu lagi jauh-jauh ke Jakarta untuk mendapatkan lisensi atau sertifikat profesi. Cukup di Kutai Timur saja. Dan ini satu-satunya yang ada di Kutai Timur,” katanya.(Bk)







