Dispar Kutim Sebut Infrastruktur Jalan Menuju Destinasi Wisata Masih Menjadi PR Bagi Pemerintah

oleh -923 views

SANGATTA – Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Timur, Nurullah, menyoroti pentingnya infrastruktur jalan menuju destinasi wisata. Ia menyatakan bahwa penyelesaian infrastruktur jalan masih menjadi tugas yang harus dikerjakan oleh Pemerintah Kabupaten, dengan kerjasama semua pihak. Nurullah mengemukakan pandangannya ini ketika hadir sebagai tamu undangan dalam acara pesta budaya Bengen Lepek Majeu pada hari Sabtu, (26 Mei 2023).

“Salah satu destinasi wisata yang masih susah untuk dijangkau oleh para wisatawan adalah air terjun yang juga terletak di Desa Rindang Benua Kecamatan Sangatta Selatan.” ungkap Nurullah.

Baca Juga :  Disdikbud Kutim Berkomitmen Lestarikan dan Kembangkan Kebudayaan Lokal

Menurut Nurullah, bagi para wisatawan yang ingin menikmati pesona wisata di Desa Rindang Benua, juga memiliki kesempatan untuk mengikuti kegiatan pesta budaya “Bengen Lepek Majeu”. Acara budaya ini diadakan oleh masyarakat suku Dayak Kenyah dan dilangsungkan di Jalan Poros TNK KM 10.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Kutim Lakukan Kunjungan ke Ponpes Ibsil Qur'an di Desa Suka Rahmat

“Dan ke depan kita akan desain yang lebih menarik lagi pesta budaya ini, salah satunya dengan menggelar festival, dan saya yakin akan banyak wisatawan hadir ke Desa Rindang Benua ini,” imbuhnya.

Selanjutnya, pihaknya juga berharap agar festival tersebut dapat menggabungkan pesta budaya dengan pertunjukan tarian-tarian dan warisan budaya khas Kalimantan, terutama yang berasal dari masyarakat suku Dayak.

Baca Juga :  Siang Geah Menjadi Pemateri dalam Seminar Kehutanan di STIPER

“Dengan menonjolkan kearifan lokal yang ada, kami yakin pesta budaya ini akan menjadi magnet tersendiri bagi para wisatawan yang hadir, baik lokal maupun mancanegara.” ujarnya.

Terakhir, Nurullah menegaskan bahwa sambil menantikan perubahan dalam tata ruang, ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun infrastruktur yang menjadi pendukung utama bagi industri pariwisata di Desa Rindang Benua. (bk)