Dari Rumah Qur’an untuk Masa Depan, Wabub Mahyunadi Dorong Pendidikan Al-Qur’an untuk Cetak Generasi Berakhlak

oleh -7 views

Beritakutim.com, SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur (Wabub Kutim), Mahyunadi, menegaskan pentingnya pendidikan Al-Qur’an sejak usia dini sebagai fondasi dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berakhlak mulia, dan siap menjadi pemimpin di masa depan.

Pesan tersebut disampaikan Wabub Mahyunadi saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Rumah Qur’an dan Tahfizh Ridhotullah di Jalan APT Pranoto, Gang Wulan Blok B, RT 39, Kecamatan Sangatta Utara, Minggu (13/09/2026).

Kegiatan tersebut diikuti ratusan santri bersama orang tua dan masyarakat. Kehadiran Wakil Bupati Kutai Timur menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pembinaan keagamaan, khususnya pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak.

Wabub Mahyunadi mengaku bersyukur dapat hadir dan bersilaturahmi bersama para santri, tenaga pengajar, orang tua, serta masyarakat dalam momentum peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW tersebut. Menurutnya, peringatan Maulid Nabi tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial tahunan. Lebih dari itu, Maulid menjadi momentum bagi umat Islam untuk kembali meneladani ajaran dan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Wakapolres Kutim Bersama Pimpinan PT Pertamina Sangata Mengikuti Giat Vicon Kapolri Terkait Ketersediaan Solar pada saat Ramadhan dan Idul Fitri

“Maulid ini penting kita adakan karena menunjukkan kecintaan umat Islam kepada Nabi Muhammad SAW,” ujar Mahyunadi.

Ia menilai tingginya semangat masyarakat dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan menjadi bukti bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW masih terus tumbuh di tengah kehidupan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Wabub Mahyunadi juga memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan Rumah Qur’an dan Tahfizh Ridhotullah yang menjadi tempat anak-anak belajar membaca, memahami, hingga menghafal Al-Qur’an.

Menurutnya, pendidikan agama yang diberikan sejak dini memiliki peranan besar dalam membangun karakter generasi penerus. Kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, kata dia, harus berjalan seiring dengan pembentukan akhlak, kedisiplinan, kejujuran, serta rasa tanggung jawab.

Wabub Mahyunadi menilai para santri yang saat ini mendapatkan pembinaan keagamaan merupakan bagian dari generasi yang kelak akan mengambil peran dalam pembangunan daerah maupun bangsa.

Karena itu, ia berharap anak-anak tidak hanya tumbuh menjadi generasi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kekuatan moral dan spiritual yang menjadi pegangan dalam menjalani kehidupan.

Baca Juga :  Komplotan Perampok Bersenjata Tajam BRILink di Kutim Berhasil Diringkus, Satu Masih Buron

Hal tersebut, lanjutnya, sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berakhlak mulia, sehat, cerdas, dan berprestasi.

Wabub Mahyunadi berharap pendidikan Al-Qur’an dapat menjadi bekal penting bagi generasi muda ketika kelak terjun ke berbagai bidang kehidupan, baik di dunia kerja, pemerintahan, maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, kebiasaan membaca Al-Qur’an, melaksanakan salat, menjalankan ibadah, serta memiliki kepedulian terhadap sesama akan membentuk pribadi yang memiliki nilai kejujuran dan amanah.

Wabub Kutim Mahyunadi bersama Camat Sangatta Utara Hasdiyah dan Ketua Rt 39 Jamil

Selain pembinaan sumber daya manusia, Mahyunadi juga menyoroti pentingnya dukungan terhadap fasilitas pendidikan Islam. Ia berharap lembaga pendidikan Al-Qur’an dapat memiliki sarana yang layak dan nyaman agar proses pembelajaran para santri dapat berjalan dengan baik.

“Fasilitas pendidikan Islam idealnya tidak kalah baik dengan fasilitas pendidikan lainnya. Ruang belajar yang bersih dan nyaman tentu akan membantu anak-anak lebih fokus dalam belajar,” ujarnya.

Baca Juga :  Masyakarat Keluhkan Jalan Rusak dan Truk ODOL, Ini Tanggapan Dishub Kutim

Ia membuka peluang adanya kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dalam mendukung pengembangan fasilitas pendidikan keagamaan. Semangat masyarakat yang secara mandiri membangun dan mengembangkan pendidikan Islam, menurutnya, merupakan hal positif yang perlu mendapat dukungan bersama.

Wabub Mahyunadi berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat, pengelola Rumah Qur’an, dan lembaga pendidikan Islam lainnya di Kutai Timur terus diperkuat demi melahirkan generasi muda yang berkualitas.

Rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Rumah Qur’an dan Tahfizh Ridhotullah kemudian dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan Ustaz Andi Arafah. Para santri dan masyarakat mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias. Momentum Maulid Nabi diharapkan tidak hanya memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, tetapi juga semakin menumbuhkan semangat generasi muda Kutai Timur dalam mempelajari dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. (ADV) (9)