Wabup Kutim Dukung Penuh Pelestarian Budaya Melalui Lom Plai

oleh -1,086 views

Sangatta – Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) Kasmidi Bulang menghadiri pesta adat Lom Plai yang diselenggarakan di Desa Nahas Liah Bing, Kutai Timur, dari 15 Maret hingga 24 April 2024. Acara tersebut juga dihadiri oleh Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik, Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, dan Ketua DPRD Kutim, Joni.

Pada kesempatan tersebut, Kasmidi Bulang menyatakan bahwa pesta adat Lom Plai harus menjadi kebanggaan masyarakat Kutai Timur. Ia berharap kegiatan adat dan budaya ini dapat terus dilaksanakan.

Baca Juga :  Dinkes, Siap Lakukan Percepatan Vaksinasi di Tiap Kecamatan Sampai Pelosok

“Bagi yang hadir ini haruslah berbangga. Sebab, kebudayaan ini sangatlah mahal dan kita wajib untuk melestarikannya,” ungkap Kasmidi Bulang, Sabtu (20/4/2024).

Wakil Bupati Kutai Timur tersebut juga menilai bahwa pesta adat Lom Plai sangat layak untuk digelar dengan skala internasional.

“Hari ini kita menyaksikan semua luar biasa sehingga acara ini berjalan nantinya kedepan kami support kegiatan ini. Pemerintah juga sangat mensupport secara penuh kegiatan ini,” kata Kasmidi Bulang.

Baca Juga :  Paripurna ke 16, Joni Harap Rancangan KUA dan PPAS Dapat Dilakukan Secara Efektif dan Efisien

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Kutai Timur, Joni, menunjukkan dukungan yang kuat terhadap pelestarian warisan budaya daerah dalam acara tersebut. Joni menegaskan bahwa di era teknologi modern saat ini, tradisi dan budaya seringkali terpinggirkan. Namun, melalui acara adat seperti Lom Plai, masyarakat dapat memperkuat kembali nilai-nilai budaya lokal yang telah ada sejak zaman dahulu.

Baca Juga :  DPRD Kutim Gelar Paripurna ke 9 Terhadap Persetujuan Bersama Antara Bupati dan DPRD Tentang Raperda Pedoman Tata Kearsipan

Ia pun merasa bersyukur dan berterima kasih karena telah dipercaya dan diundang untuk menghadiri gelaran tersebut.

“Saya dapat kehormatan diundang menghadiri acara adat Lom Pai, ini adalah acara tahunan. Hari ini kita menyaksikan semua luar biasa sehingga acara ini berjalan sukses,” kata Joni.

“Bagaimanapun juga adat ini bersaing dengan teknologi zaman sekarang. Nah, kalau kita bisa lestarikan kebudayaan ini berarti kita luar biasa,” pungkasnya. (bk)