Relawan Desa Ikuti Bimtek Garapan KPA

oleh -

KUTIM, – Penyebaran penularan HID AIDS di Kutai Timur (Kutim) semakin meningkat dari tahun ke tahun. Sementara penyakit dan menular makin hari juga semakin bertambah. Singkatnya, frekuensi kejadian masalah narkoba, HID/AIDS, penyakit menular dan tidak menular di semakin meluas.

Hal itu disampaikan Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Harmadji Partodarsono, pada kegiatan orientasi tata kelola Lembaga Masyarakat Kaltim Sehat (LKMS), dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr Bahrani melalui Sekretaris Dinas Kesehatan Hariyati, diruang Hotel Victoria, Sangatta, Jum’at (12/11/2021).

Baca Juga :  DPRD Kutim Sahkan Raperda Keternagakerjaan dan Pembentukan 11 Desa

Dikatakan, Harmadji, salah satu diprakarsai Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) adalah membentuk Lembaga Masyarakat Kaltim Sehat (LKMS) ditingkat desa/kampung dan kelurahan diwilayah Kaltim yang peduli yang dapat membantu pemerintah dengan melaksanakan sosialisasi dan pencegahan secara terpadu dan berjenjang.

20211112091717 IMG 9938
“Dasar pemikiran mengapa LKMS berbasis desa dan kelurahan adalah bahwa paling cepat melihat masalah diwilayah itu adalah warga masyarakat wilayah itu juga,” ujarnya.

Baca Juga :  DPRD Kutai Timur Gelar Paripurna Ke-31 Tahun Anggaran 2021

Bila mereka dihimpun serta dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan memadai untuk penanganan dini suatu masalah, sambungannya, maka itu sangat membantu pemerintah secara efisien dan tuntas. Intinya penyelesaian masalah cukup ditangani oleh warga setempat. Kecuali bila penyelesaian masalah diluar kapasitas mereka, barulah masalah dibawah ke rujukan di tingkat kecamatan dan kabupaten.

Baca Juga :  Koordinator PTM Satgas Covid-19 Kutim, Periksa Kesiapan SD 001 Sangatta Utara

“Dalam rangka memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan kepada relawan desa dan kelurahan itulah maka Bimtek LKMS diselenggarakan,” jelasnya.

Tujuan Bimtek tata kelola LKMS kata Harmadji, diharapkan peserta mempunyai pengetahuan dan keterampilan untuk penanganan masalah terkait dengan narkoba, HIV dan AIDS, penyakit menular, wabah epidemi dan pandemi. Kemudian, penyakit menular atau penyakit degeneratif. (ADV) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.