Relawan Desa Ikuti Bimtek Garapan KPA

oleh -1,104 views

BERITA KUTIM, SANGATTA– Penyebaran penularan HID AIDS di Kutai Timur (Kutim) semakin meningkat dari tahun ke tahun. Sementara penyakit dan tidak menular makin hari juga semakin bertambah. Singkatnya, frekuensi kejadian masalah narkoba, HID/AIDS, penyakit menular dan tidak menular di Kutim semakin meluas.

Hal itu disampaikan Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Kutim Harmadji Partodarsono, pada kegiatan orientasi tata kelola Lembaga Masyarakat Kaltim Sehat (LKMS), yang dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr Bahrani melalui Sekretaris Dinas Kesehatan Hariyati, diruang Hotel Victoria, Sangatta, Jum’at (12/11/2021).

Baca Juga :  Implementasi Germas, Bupati Lakukan Kunjungan Kerja ke Kecamatan Karangan Ilir

Dikatakan, Harmadji, salah satu yang diprakarsai Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) adalah membentuk Lembaga Masyarakat Kaltim Sehat (LKMS) ditingkat desa/kampung dan kelurahan diwilayah Kaltim yang peduli yang dapat membantu pemerintah dengan melaksanakan sosialisasi dan pencegahan secara terpadu dan berjenjang.


“Dasar pemikiran mengapa LKMS berbasis desa dan kelurahan adalah bahwa yang paling cepat melihat masalah diwilayah itu adalah warga masyarakat wilayah itu juga,” ujarnya.

Baca Juga :  Kejuaraan Menembak Kapolres Cup 2022 Digelar, Persiapan Kutim di Porprov Berau

Bila mereka dihimpun serta dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan memadai untuk penanganan dini suatu masalah, sambungannya, maka itu sangat membantu pemerintah secara efisien dan tuntas. Intinya penyelesaian masalah cukup ditangani oleh warga setempat. Kecuali bila penyelesaian masalah diluar kapasitas mereka, barulah masalah dibawah ke rujukan di tingkat kecamatan dan kabupaten.

Baca Juga :  Pelayanan KB Gratis Serentak Sasar Dua Ribu Akseptor di Kutim

“Dalam rangka memberikan pembekalan pengetahuan dan keterampilan kepada relawan desa dan kelurahan itulah maka Bimtek LKMS diselenggarakan,” jelasnya.

Tujuan Bimtek tata kelola LKMS kata Harmadji, diharapkan peserta mempunyai pengetahuan dan keterampilan untuk penanganan masalah yang terkait dengan narkoba, HIV dan AIDS, penyakit menular, wabah epidemi dan pandemi. Kemudian, penyakit tidak menular atau penyakit degeneratif. (ADV) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *