Puluhan Mahasiswa Kutim Kembali Gelar Unjuk Rasa Tahap Kedua

oleh -636 views
375e8acc 01fd 4d15 8cfd 88cad03d08ae

SANGATTA – Koalisi Masyarakat Sipil Kutai Timur (Kutim) kembali menggelar unjuk rasa tahap kedua di Halaman Kantor Bupati, Bukit Pelangi Kutim pada Rabu (18/10/2023).

Berdasarkan laporan media, aksi unjuk rasa kedua ini merupakan kelanjutan dari aksi pertama yang dilakukan oleh Koalisi Masyarakat Sipil Kutim pada Kamis, 12 Oktober 2023, di sekitar area perkantoran Pemerintah Kabupaten Kutim, tepatnya di Jalan Eks Pendidikan.

Para demonstran disambut dengan hangat oleh Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur, yaitu Ardiansyah Sulaiman dan Kasmidi Bulang (AS-KB), serta hadir juga Ketua DPRD Kutai Timur, Joni, Kapolres Kutai Timur, AKBP Ronni Bonic, Dandim 0909/KTM, Letkol Inf Adi Swastika, Danlanal Sangatta, Letkol Laut P. Sodiqin, beserta staf-staf dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.

Baca Juga :  Pererat Silaturahmi, KKLR Kutim Menggelar Acara Halal Bihalal

Sebagai perwakilan massa aksi, Zambohari menyampaikan beberapa tuntutan mereka. Mereka menekankan pentingnya Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur untuk memastikan terwujudnya keadilan dalam sistem pendidikan di seluruh perguruan tinggi yang berada di Kabupaten Kutai Timur, seperti STais, Stiper, dan STIE Nusantara.

Selanjutnya, Pemkab Kutim berjanji agar memberikan hak kepada korban banjir di Sangatta pada tahun 2022 dalam hal ini rehabilitas rumah yang terdampak. Kemudian pihaknya meminta agar serapan APBD Kutim segera dihentikan ke organisasi perangkat daerah (OPD) yang terbuang sia-sia.

Zambohari juga melanjutkan dengan permintaan agar Kapolres Kutai Timur, AKBP Ronni Bonic, tidak lagi mengizinkan tindakan represif yang dilakukan oleh oknum-oknum polisi.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kutim Serahkan Bantuan Alat Panen Sawit di Desa Rantau Makmur

“Kami rasa perlu ditindaklanjuti pak apa aspirasi kami,” tegasnya.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman mengaku apa yang menjadi aspirasi rekan aksi pihaknya sudah siap menyambut itu dan akan memaparkan apa yang menjadi tuntutan.

“Artinya, kalaupun saat ini masa aksi tidak mampu untuk menyergap saya tidak tahu lagi,” tegasnya dihadapan para aksi, Rabu (18/10/2023).

Ia berharap agar para peserta aksi dapat memahami dan merasa nyaman dengan langkah-langkah yang diambil untuk menanggapi aspirasi mereka, khususnya para mahasiswa. Selanjutnya, ia mengajak mereka untuk masuk ke gedung Bupati guna melanjutkan dialog dan berdiskusi lebih lanjut.

“Saya berharap, kepada saudara/i mari kita bicarakan dan diobrolkan dengan tuntas di gedung yang kami sudah sediakan,” ujar Bupati Ardiansyah.

Baca Juga :  Bupati Ardiansyah Imbau Warga Agar Waspada dan Manfaatkan Pos Pengamanan selama Mudik Lebaran

Bahkan pihaknya sudah menyiapkan beberapa OPD yang akan menjelaskan pertangungjawaban pekerjaan pemerintah.

“Untuk lebih nikmatnya saya akan menjawab ini saya ajak anda untuk masuk ke ruangan ngobrol, ayo kita bersama-sama,” sambungnya.

“Jikalau mahasiswa tidak mengindahkan apa yang menjadi aspirasi, saya juga akan tinggalkan dan masuk ke dalam ruangan lagi,” tegasnya.

Jenderal Lapangan, Taufiq mengatakan, pihaknya tetap menolak dan tidak akan masuk ke ruangan tersebut, dengan alasan jikalau pihaknya memasuki ruangan itu takut akan terjadi suatu hal.

“Kami maunya disini aja apak. Kami enggak mau di dalam,” tegasnya. (bk)