Plt Kabid PAUD dan PNF: Pelatihan akan Digelar pada Tiga Lokasi Berbeda

oleh -490 views
f8ef21dd db39 43ba 9f17 46683b32f587

Sangatta – Dalam rangka sosialisasi implementasi program pendidikan non formal, Pemerintah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim) menggelar kegiatan Kursus dan Pelatihan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha.

Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Non Formal (PNF), Heri Purwanto, mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan pelatihan tersebut adalah untuk meningkatkan komptensi masyarakat agar memiliki kecakapan hidup dan mengembangkan diri, profesi, bekerja, serta berwirausaha.

“Selain itu, kegiatan ini juga ditujukan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Serta bersinergi mendukung kebijakan pemerintah pusat melalui direktorat kursus,” ujar Heri di Gedung Buana Mekar, Sangatta, Rabu (29/5/2024).

Baca Juga :  Jimmi Angkat Suara terkait Banyaknya Infrastruktur Jalan yang Rusak

Heri menerangkan, pihaknya akan melaksanakan kegiatan pelatihan di tiga tempat dan kelas yang berbeda selama 5 hari, dimulai dari tanggal 29 Mei hingga 2 Juni 2024.

Ia menyampaikan, untuk kelas pertama akan diadakan pelatihan menjahit di Lapas II Bontang dan diikuti sebanyak 40 peserta.

“Mudah-mudahan setelah diberikan pelatihan seperti ini, ketika mereka nanti kembali ke masyarakat, mereka punya keterampilan yang sama seperti masyarakat lainnya,” ucapnya.

Baca Juga :  Sidang Isbat Nikah Terpadu Kutai Timur: Upaya Peningkatan Pelayanan Administrasi Perkawinan

Lebih lanjut, Heri mengatakan bahwa kelas kedua akan dilaksanakan di Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Soekarno Hatta. Di sana, sebanyak 140 peserta akan diberikan pelatihan pastry bakery, musik tradisional, batik ecoprint, dan digital marketing.

Untuk kelas ketiga, pihaknya akan mengadakan pelatihan di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Bina Karya Education Sangatta Utara. Sebanyak 48 peserta yang akan mengikuti pelatihan, dan rata-rata para peserta berasal dari wilayah yang dekat dengan perusahaan, seperti Kecamatan Sangkulirang, Kaliorang, Kaubun, dan Teluk Pandan.

Baca Juga :  DPRD Kutim Gelar Rapat Paripurna ke-11 Tentang Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-fraksi dalam Dewan Terhadap Nota Penjelasan Kepala Daerah Mengenai Raperda APBD Kutim TA 2024

Heri berharap, para peserta yang nantinya telah mengikuti pelatihan dapat menjadi karyawan magang atau bahkan bekerja sebagai karyawan tetap di perusahaan-perusahaan yang ada di sekitar wilayah mereka.

“Sehingga perusahaan tidak perlu lagi mengambil tenaga kerja dari luar, tapi lebih memberdayakan masyarakat Kutim,” sambungnya.

Terakhir, pihaknya berkomitmen untuk melanjutkan dan mengembangkan program Cara Pelayanan Jemput Bola (Cap Jempol).

“Tidak hanya pada pendidikan non formal, tapi di PAUD Cap Jempol juga akan dikembangkan,” pungkasnya. (bk)