Pemkab Kutim Mengadakan Pelatihan Tata Kelola Destinasi Wisata

oleh -406 views
Dispar Kutim gelar pelatihan tata kelola destinasi wisata diikuti 75 pokdarwis

SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Pariwisata (Dispar) Kutai Timur (Kutim) menggelar Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata yang diikuti sebanyak 75 peserta di Hotel Royal Victoria Sangatta, Jum’at (19/05/2023).

Pelatihan tersebut akan berlangsung selama tiga hari, dimulai dari tanggal 19 sampai dengan 21 Mei 2023 dan turut dihadiri oleh Kepala Bappeda Kutai Timur (Kutim) Noviari Noor, serta perwakilan Perangkat Daerah (PD) dan undangan lainnya.

Baca Juga :  Darsafarni : Mayoritas Pelaku UMKM Muara Wahau Bergerak di Sektor Ekonomi Kreatif

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Nurullah, menyampaikan bahwa pariwisata menyumbang kontribusi yang sangat besar bagi sebuah negara sebagai salah satu sektor penggerak perekonomian, baik itu dari sisi pemasaran, destinasi, industri, dan kelembagaan. Pariwisata juga merupakan penghasil devisa terbesar Indonesia, jadi secara tidak langsung akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Jadi geliat dunia pariwisata tidak hanya memberikan dampak bagi kunjungan wisatawan yang datang ke Kutim, akan tetapi juga akan berdampak pada perekonomian dan kesejahteraan khususnya masyarakat Kutim” ungkap Nurullah.

Baca Juga :  DPRD Kutim Minta Penjelasan Mengenai Realisasi Anggaran yang Masih Kecil dan Mengupayakan Pengurangan SILPA yang Signifikan

Menurutnya, secara tidak langsung hal tersebut juga menuntut pemerintah bersama pengelola destinasi wisata agar terus konsisten meningkatkan kualitas pariwisatanya.

Nurullah juga mengungkapkan bahwa untuk meningkatkan daya saing sektor pariwisata, diperlukan strategi branding produk wisata, penetapan harga jual produk usaha, dan penerapan pasar destinasi.

Baca Juga :  Tidak Mencapai Target, Agusriansyah Berikan Tanggapan Terkait Penyerapan Anggaran Triwulan Pertama

“Oleh sebab itu, untuk menjalankan atau mendirikan suatu usaha, diperlukan pengetahuan dan pengalaman yang memadai dalam pengembangan perekonomian pariwisata” ujarnya.

Nurullah berharap bahwa melalui pelatihan ini, para peserta dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pelaku usaha pariwisata, penggiat wisata, serta pecinta alam di Kutai Timur, dapat meningkatkan kapasitas mereka dalam pengelolaan sektor pariwisata yang ada. (bk)